LONDON Stadion Stamford Bridge sunyi. Liam Rosenior, pelatih kepala Chelsea, tampak jelas kecewa. Timnya baru saja dihajar PSG dengan skor telak 0-3 di kandang sendiri, sebuah malam kelam di babak 16 besar Liga Champions.
“Malam yang sulit,” ujarnya kepada TNT Sports, suaranya berat. “Kami tahu ini tugas yang berat. Tapi memulai pertandingan dengan cara seperti itu… sungguh pahit.”
Rosenior mencoba menganalisis kekalahan itu. Ia menyebut, Chelsea sempat menguasai bola di kotak penalti lawan. Namun, momentum itu langsung hilang oleh sebuah aksi individu.
“Bradley Barcola melepaskan tembakan dari jarak sekitar 23 meter, bola melesat ke sudut atas gawang. Setelah itu, kepercayaan diri Paris langsung meroket,” keluhnya, seperti dikutip dari situs UEFA.
Menurutnya, PSG bermain sangat efisien. Bahkan, terkesan kejam.
“Mereka bermain klinis. Lihat saja gol ketiga. Bola lepas, lalu Senny Mayulu langsung menembak ke sudut yang sama. Sangat mematikan,” ucap Rosenior.
Ia mengakui, meski kalah telak, anak asuhnya sudah berjuang. “Saya belum melihat statistik resminya, tapi kami menciptakan banyak peluang. Sayangnya, Paris hampir tak melakukan kesalahan sedikit pun.”
Di akhir pernyataannya, Rosenior menyisipkan apresiasi. “Saya ingin berterima kasih kepada para penggemar. Mereka tetap di sini, menyaksikan betapa keras para pemain bekerja sampai peluit akhir.”
Namun begitu, terima kasih itu tak bisa mengubah fakta pahit di papan skor. Kekalahan ini membuat agregat kekalahan Chelsea menjadi 2-8, setelah sebelumnya juga tumbang 2-5 di Paris pada leg pertama. Mimpi Champions League musim ini, pupus sudah.
Artikel Terkait
Persib Bandung Balikkan Keadaan, Kalahkan Bhayangkara 4-2 dan Rebut Puncak Klasemen dari Borneo FC
Tim Uber Indonesia Kalahkan Denmark, Tantang Korea Selatan di Semifinal
Pedrosa Prediksi Duel Bezzecchi vs Marquez di MotoGP 2026, Martin Jadi Kuda Hitam
Bruno Moreira Diuji di Empat Laga Sisa: Kapten Persebaya Harus Buktikan Diri di Tengah Standar Tinggi Bernardo Tavares