Wang Yi Desak AS Jaga Stabilitas Hubungan Bilateral Jelang Kunjungan Trump ke Beijing

- Jumat, 01 Mei 2026 | 05:50 WIB
Wang Yi Desak AS Jaga Stabilitas Hubungan Bilateral Jelang Kunjungan Trump ke Beijing

Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, angkat bicara. Ia mendesak Amerika Serikat untuk menjaga stabilitas di antara dua negara adidaya ini. Pesannya cukup jelas, dan disampaikan beberapa minggu sebelum Presiden Donald Trump dijadwalkan menginjakkan kaki di Beijing. China, dalam kesempatan itu, juga mengingatkan bahwa Taiwan adalah titik risiko yang paling besar.

Pembicaraan ini terjadi lewat sambungan telepon. Wang Yi bicara langsung dengan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio. Menurut pernyataan dari Kementerian Luar Negeri China, Wang Yi menekankan bahwa Beijing dan Washington harus "menjaga stabilitas yang telah susah payah diraih" dalam hubungan bilateral mereka. Agak puitis memang, tapi itulah inti pesannya.

Di sisi lain, obrolan kedua menteri luar negeri ini juga menyentuh soal Timur Tengah. China selama ini dikenal sebagai mitra utama Teheran. Tapi belakangan, mereka cenderung menjaga jarak. Apalagi setelah Trump bergabung dengan Israel dalam menyerang Iran sebuah langkah yang bikin harga minyak global anjlok. Situasinya memang rumit.

Seorang pejabat dari Departemen Luar Negeri AS membenarkan bahwa panggilan telepon itu terjadi. Katanya, tujuannya untuk mengatur perjalanan Trump. Tapi sayang, tidak ada detail lebih lanjut yang diberikan. Mungkin masih dirahasiakan, atau memang belum final.

Nah, soal kunjungan Trump sendiri. Ia dijadwalkan tiba di China pada 14-15 Mei. Akan bertemu dengan Presiden Xi Jinping. Ini bakal jadi kunjungan pertama miliarder Republikan itu ke negara saingannya sejak ia kembali ke Gedung Putih pada Januari 2025. Lumayan lama juga, ya.

Selama tahun pertama Trump menjabat lagi, hubungan Washington dan Beijing diwarnai perselisihan. Masalah perdagangan dan tarif jadi pokok perdebatan. Baru pada Oktober lalu, ada semacam gencatan senjata. Saat itu Trump dan Xi bertemu di Korea Selatan. Tapi apakah semuanya sudah benar-benar tenang? Kita lihat saja nanti.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar