Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai pekan ini dengan lonjakan signifikan, menembus level psikologis 6.200 pada perdagangan Senin, 15 Juni 2026. Berdasarkan data RTI hingga pukul 09.55 WIB, indeks tercatat menguat 198,515 poin atau setara 3,30 persen ke posisi 6.206,171, setelah dibuka di level 6.118,725.
Momentum positif ini diiringi oleh dominasi saham-saham yang berada di zona hijau. Sebanyak 572 saham emiten mencatatkan penguatan, sementara 80 saham lainnya melemah dan 94 saham stagnan. Volume transaksi yang tercatat hingga pukul 09.55 WIB mencapai 13,965 miliar saham dengan nilai total Rp8,240 triliun, menunjukkan tingginya aktivitas pelaku pasar sejak awal sesi.
Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Karina Rusfidyawati, dalam analisis hariannya memperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan penguatan menuju level 6.060. Meski demikian, ia mengingatkan para investor untuk tetap waspada jika terjadi break di bawah level 6.000. "Diperkirakan support IHSG 5.960-5.900 dan resist IHSG pada level 6.060-6.150," ungkapnya.
Optimisme di bursa domestik tidak terlepas dari sentimen positif yang terbangun sejak akhir pekan lalu. Pada perdagangan Jumat, 12 Juni 2026, IHSG ditutup menguat 2,07 persen di level 6.007,66, disertai aksi beli bersih (net buy) investor asing sebesar Rp287,77 miliar. Saham-saham yang paling banyak diburu asing antara lain BBCA, DSSA, TPIA, AMMN, dan BRMS.
Sementara itu, penguatan juga terjadi di bursa Wall Street pada hari yang sama. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,7 persen, S&P 500 menguat 0,5 persen, dan Nasdaq Composite bertambah 0,31 persen. Lonjakan saham SpaceX yang melesat 19 persen pada hari perdananya di Nasdaq menjadi salah satu pendorong utama penguatan indeks di Amerika Serikat.
Di sisi lain, bursa saham Asia turut mencatatkan reli pada Jumat lalu. Optimisme pasar meningkat seiring harapan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Sentimen ini turut menekan harga minyak ke level terendah dalam dua bulan terakhir, serta mendorong pelemahan dolar AS dan penurunan yield obligasi pemerintah Amerika. Di Jepang, indeks Nikkei naik 2,8 persen dan Topix menguat 1,3 persen. Korea Selatan mencatatkan kenaikan lebih tajam dengan indeks Kospi melonjak 4,6 persen dan Kosdaq melesat 3,2 persen. Hang Seng Hong Kong naik 1,9 persen, Taiex Taiwan menguat 2,4 persen, dan ASX 200 Australia bertambah 1,98 persen. Adapun FTSE Straits Times menguat 0,8 persen dan FTSE Malay KLCI naik 0,24 persen.
Artikel Terkait
Kejagung Kaji Tiga Aspek Sebelum Putuskan Status Justice Collaborator Sony Sonjaya di Kasus Korupsi MBG
Polda Metro Kerahkan 3.588 Personel Amankan Kunjungan Presiden Jerman dan Aksi Mahasiswa
BTN Jakarta International Marathon 2026 Diikuti 45 Ribu Pelari, Menpora Sebut Dorong Sport Tourism dan Ekonomi
Polda Metro Jaya Bongkar Pabrik Tembakau Sintetis di Kampung Melayu, Amankan Dua Pengelola