Menjelang libur panjang Nyepi dan Idulfitri, Bandara Soekarno-Hatta diprediksi bakal ramai oleh penumpang internasional. Menyikapi hal ini, Bea Cukai pun tak tinggal diam. Mereka langsung menggenjot kesiapan operasional di bandara utama negara itu.
Dirjen Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, bahkan turun sendiri ke lapangan. Pada Selasa lalu, ia blusukan meninjau sejumlah titik krusial di Terminal 3. Dari area conveyor belt hingga mesin X-ray di kedatangan internasional, semuanya dicek secara detail. Ia juga menyempatkan diri melihat langsung kinerja Monitoring Control Room (MCR) dan layanan digital seperti pendaftaran IMEI.
Bagi Djaka, ada dua hal yang harus berjalan beriringan: pengawasan dan pelayanan. “Pelayanan harus maksimal dan humanis agar penumpang dapat melalui proses dengan lancar,” ujarnya pada Rabu (18/3/2026).
“Hindari penumpukan di terminal dengan memanfaatkan teknologi yang ada.”
Di sisi lain, Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, menyebut pihaknya sudah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi. Infrastruktur digital jadi andalan utama untuk mengurai kepadatan.
Salah satunya adalah sistem Auto Gate All Indonesia untuk pelaporan E-CD. Dengan sistem ini, penumpang bisa menyelesaikan kewajiban pabean secara mandiri lebih cepat dan praktis. Layanan registrasi IMEI berbasis digital juga terus ditingkatkan kapasitasnya.
Namun begitu, semua kemudahan itu tidak berarti pengawasan dikendurkan. Bea Cukai tetap akan waspada terhadap potensi masuknya barang-barang ilegal. Intinya, mereka berusaha menciptakan keseimbangan. Di satu sisi, arus perjalanan harus lancar. Di sisi lain, fungsi pengawasan sebagai penjaga pintu negara tetap harus berjalan optimal selama periode libur panjang ini.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Terima Menpora dan Pelatih Timnas Bahas Target Lolos Piala Dunia 2030
Gempa Magnitudo 4,0 Guncang Kepulauan Sangihe, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Polri Tangkap Pengendali Keuangan Jaringan Narkoba Fredy Pratama di Malaysia
Polisi Wanita Indonesia Raih Penghargaan PBB Berkat Inovasi Digitalisasi Data Kriminal di Afrika Tengah