Polisi di Ciputat, Tangerang Selatan, sedang bergerak. Mereka turun ke jalan-jalan untuk memetakan kondisi ruas jalan yang rusak dan penuh lubang. Tujuannya jelas: mencegah kecelakaan sebelum itu terjadi. Langkah ini merupakan bagian dari upaya korektif dan rehabilitasi infrastruktur.
Dipimpin langsung oleh Kanit Lantas Iptu Nur Hidayat dan Panit Sat Lantas Ipda Dedi Wijaya, petugas dari Unit Lantas Polsek Ciputat dan Satlantas Polres Tangsel menjalankan kegiatan itu pada Kamis lalu. Mereka menyisir setiap titik yang dianggap bermasalah.
Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq, memberikan penjelasan mengenai operasi ini.
"Langkah ini diambil guna merespons kondisi infrastruktur jalan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan serta mengoptimalkan arus lalu lintas di wilayah hukum Ciputat Timur," ujarnya, Kamis (26/2/2026).
Dari hasil pemantauan di lapangan, sejumlah titik kritis berhasil diidentifikasi. Titik-titik itu dinilai butuh perbaikan secepatnya. Berikut rinciannya.
Jalan Rusak:
- Di Jalan Otista Raya, tepatnya di area putaran depan RS Sari Asih, ada lubang jalan yang lokasinya persis di tikungan. Cukup berbahaya.
- Sementara di Jalan Ir H Juanda, kerusakan terjadi di putaran balik Sandratex arah Ciputat.
Titik Blackspot:
- Area depan kampus IUN juga jadi perhatian. Jalannya agak menikung dan terhalang ruko, sehingga rawan bagi penyeberang jalan. Di sini diperlukan pemasangan rambu.
- Lalu ada Putaran Perum Dosen UI. Trotoarnya perlu dipangkas sudutnya agar kendaraan bisa berputar sekali langsung.
Menurut Kompol Bambang, pendataan semacam ini sangat krusial. Ini jadi dasar untuk berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti dinas perhubungan atau pekerjaan umum, agar perbaikan bisa segera dieksekusi. Apalagi, Operasi Ketupat Jaya 2026 sudah di depan mata.
"Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan keselamatan pengendara menjelang Operasi Ketupat 2026," imbuhnya.
Ia menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya untuk memberikan rasa aman bagi para pengguna jalan.
"Kegiatan ini fokus pada asistensi korektif. Kami mendata titik-titik yang secara teknis bisa menghambat kelancaran atau membahayakan nyawa," pungkas Bambang.
"Harapannya sederhana: dengan perbaikan ini, angka kecelakaan lalu lintas bisa ditekan seminimal mungkin."
Artikel Terkait
Bank Aladin Syariah Cetak Laba Bersih Rp150,7 Miliar di 2025, Melonjak 304 Persen
Menteri Koperasi: Koperasi Jadi Ujung Tombak Transformasi Ekonomi Pancasila Era Prabowo
Wamendagri: Masa Depan Jakarta Bergantung pada Penguatan Tata Kelola Kawasan Aglomerasi
Iran Klaim Tembakkan Rudal Peringatan ke Kapal Perang AS di Laut Oman