Bank Aladin Syariah Cetak Laba Bersih Rp150,7 Miliar di 2025, Melonjak 304 Persen

- Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:15 WIB
Bank Aladin Syariah Cetak Laba Bersih Rp150,7 Miliar di 2025, Melonjak 304 Persen

PT Bank Aladin Syariah Tbk mencatatkan lonjakan laba bersih signifikan sepanjang tahun 2025, mencapai Rp150,7 miliar. Angka tersebut melesat 304,48 persen dibandingkan perolehan pada tahun sebelumnya, menandai babak baru bagi bank syariah digital dalam negeri.

Presiden Direktur Bank Aladin Syariah, Koko Rachmadi, mengungkapkan bahwa pertumbuhan kinerja ini ditopang oleh pengembangan produk dan layanan serta penguatan sistem digital. Strategi tersebut dinilai berhasil mempermudah akses perbankan syariah bagi nasabah.

“Bank Aladin Syariah mencatatkan kinerja yang positif di tahun 2025. Hal ini sejalan dengan pengembangan produk dan layanan, serta penguatan sistem digital yang mendukung kemudahan akses perbankan bagi para nasabah,” kata Koko dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu, 6 Juni 2026.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), perseroan melaporkan total aset hingga akhir 2025 mencapai Rp14,4 triliun. Realisasi itu menandai pertumbuhan sebesar 53,89 persen secara tahunan. Sementara itu, dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp10,4 triliun, meningkat 92,18 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi penyaluran pembiayaan, bank mencatatkan angka Rp5,2 triliun atau tumbuh 9,58 persen secara tahunan. Rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) tetap terjaga di level 49,3 persen, menunjukkan ketahanan permodalan yang solid. Hingga akhir tahun lalu, jumlah nasabah Bank Aladin Syariah mencapai 3,7 juta pengguna, tumbuh 12,1 persen dari tahun sebelumnya.

Ke depan, Koko menegaskan bahwa perseroan akan terus memperkuat posisi sebagai bank syariah digital melalui inovasi layanan dan perluasan kolaborasi ekosistem strategis. Menurutnya, perluasan akses layanan keuangan syariah melalui inovasi digital dan kemitraan ekosistem dapat menjadi pilar penting dalam mendorong inklusi keuangan syariah di Indonesia.

“Kami percaya bahwa perluasan akses layanan keuangan syariah melalui inovasi digital dan kolaborasi ekosistem dapat menjadi bagian penting dalam mendorong inklusi keuangan syariah serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan di Indonesia,” ujarnya.

Bank menerapkan strategi offline-to-online dengan menggandeng sejumlah mitra strategis. Salah satu kolaborasi utama dilakukan bersama Alfa Group yang memiliki lebih dari 23 ribu jaringan minimarket di seluruh Indonesia. Langkah ini diharapkan memperluas jangkauan layanan perbankan syariah digital hingga ke pelosok.

Selain itu, perseroan juga menjalin kerja sama dengan Flip, Mekari, Persis Solo, Muhammadiyah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Pada tahun 2025, Bank Aladin Syariah juga ditunjuk oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) sebagai Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS BPIH).

Memasuki tahun 2026, perseroan menargetkan penguatan kemitraan dengan mitra bisnis potensial serta ekspansi produk dan layanan melalui aplikasi digital. Bank juga akan memanfaatkan jaringan offline mitra strategis dan jaringan ATM BCA untuk layanan tarik tunai tanpa kartu. Di sisi pendanaan, pertumbuhan current account saving account (CASA) menjadi fokus melalui akuisisi dana secara organik, integrasi dengan ekosistem mitra, serta optimalisasi kategori nasabah Aladin Premier yang menyasar segmen ritel menengah atas.

Pada kuartal I 2026, Bank Aladin Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp23,3 miliar. Perseroan menyatakan akan terus memperkuat infrastruktur teknologi informasi, tata kelola perusahaan, serta kualitas sumber daya manusia guna mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar