Prabowo Usul Penerapan WFH dan Penghematan Energi Tiru Langkah Pakistan

- Rabu, 18 Maret 2026 | 06:40 WIB
Prabowo Usul Penerapan WFH dan Penghematan Energi Tiru Langkah Pakistan

Di tengah sidang kabinet paripurna Jumat lalu, Presiden Prabowo Subianto mengajukan sebuah usulan yang cukup mengejutkan. Ia bicara soal dampak konflik Timur Tengah yang makin meluas, dan bagaimana kita harus bersiap. Gagasannya? Belajar dari Pakistan.

Ya, Pakistan. Negara itu, menurut Prabowo, sudah mengambil langkah-langkah drastis karena menganggap situasinya kritis. Mirip seperti saat kita menghadapi COVID-19 dulu.

"Jadi mereka menganggap ini sudah kritis jadi dikatakan critical measures," ujarnya di Istana Negara, 13 Maret 2026.

"Seolah-olah bahwa ini bagi mereka adalah ini dulu seperti kita dulu COVID. Mereka melaksanakan work from home untuk semua kantor, pemerintah maupun swasta, 50 persen bekerja dari rumah. Kemudian hari kerja mereka potong jadi hanya empat hari," jelas Prabowo lebih lanjut.

Usulannya pun langsung konkret: pemerintah dan swasta di sini bisa menerapkan sistem kerja dari rumah. Tujuannya jelas, untuk penghematan energi.

Tapi itu belum semuanya. Prabowo juga menyoroti langkah lain yang lebih keras dari Pakistan. Dalam paparan grafis yang ditunjukkan, disebutkan bahwa gaji anggota kabinet dan parlemen di sana turut dipotong.

"Mereka bahkan mengurangi gaji untuk anggota kabinet, untuk anggota DPR dan semua penghematan gaji ini dikumpulkan untuk membantu kelompok yang paling rentan atau lemah," tambahnya.

Rupanya, langkah penghematan Pakistan terbilang ekstrem. Mereka memotong alokasi BBM untuk seluruh kementerian, melarang penggunaan 60% kendaraan dinas setiap saat, dan menghentikan total semua belanja ke luar negeri. Belanja untuk kendaraan baru, mebel, semuanya distop untuk waktu yang tidak ditentukan.

Tak cuma itu. "Mereka hentikan semua kunjungan ke luar negeri mereka kurangi tidak boleh menggunakan dana pemerintah untuk acara-acara pesta," kata Prabowo.

Bidang pendidikan pun tak luput. Semua perguruan tinggi beralih ke sistem online. Bahkan, sekolah-sekolah diliburkan selama dua minggu mungkin saja, ujarnya, untuk menyambut Idul Fitri.

Prabowo menekankan, ini semua cuma perbandingan. Sebuah gambaran tentang apa yang dilakukan negara lain dalam krisis. "Ini hanya sebagai perbandingan," pungkasnya. Tentu saja, usulan ini membuka ruang diskusi yang panjang tentang langkah apa yang tepat untuk diambil di sini.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler