Pengumpulan zakat di bulan Ramadan tahun ini nyaris mencapai target. Deputi I Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI, M. Arifin Purwakananta, mengungkapkan angka yang terkumpul sudah menembus Rp480 miliar. Jumlah itu sekitar 94% dari total target yang dicanangkan, yaitu Rp515 miliar.
Arifin menyampaikan hal itu dalam acara Halalbihalal bersama para amil di Gedung Baznas RI, Jakarta, Senin (30/3). Ia mengakui, isu-isu yang beredar di publik sempat memberi dampak yang cukup signifikan terhadap lembaganya.
"Tapi kami yakin, kita tidak salah. Tidak ada korupsi di Baznas. Penyalurannya pun sesuai aturan negara dan syariah," tegasnya.
Karena itu, ia meyakini masa depan akan membawa kebaikan. Di kesempatan yang sama, Arifin pun meminta dukungan masyarakat. Ia berharap kepercayaan publik tak goyah oleh informasi yang tidak benar, dan mengajak untuk tetap menyalurkan zakat melalui Baznas.
Di tempat yang sama, Ketua Baznas RI, Sodik Mudjahid, punya pesan khusus untuk para amil zakat di seluruh Indonesia. Ia mengajak mereka untuk meningkatkan kinerja dan profesionalisme. Tujuannya jelas: agar pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) benar-benar berdampak maksimal bagi kesejahteraan mustahik.
Bagi Sodik, Ramadan bukan cuma bulan ibadah biasa. Ini adalah momen pembinaan diri yang luar biasa.
"Ramadan adalah super training untuk mempercepat peningkatan ketakwaan. Setelahnya, kita diharap jadi pribadi yang lebih sabar, tangguh, jujur, dan disiplin," ujar Sodik.
Nilai-nilai itu, lanjutnya, harus kelihatan dalam kerja para amil. Terutama dalam menjaga amanah dan membangun kepercayaan publik. Ia juga menekankan pentingnya memperkuat posisi Baznas di mata masyarakat.
"Kami ingin Baznas jadi yang pertama diingat. Lembaga terpercaya, mudah dijangkau bahkan lewat aplikasi digital dan jadi kebanggaan bersama," jelasnya.
Ke depan, targetnya cukup ambisius. Sodik memaparkan, Baznas mengejar pengumpulan zakat nasional hingga Rp160 triliun pada 2031. Untuk Baznas pusat, targetnya Rp10 triliun.
"Dua target di tahun 2031. Pertama, pengumpulan Rp160 triliun. Kedua, pendayagunaan yang adil, merata, dan benar-benar berdampak," paparnya.
Untuk mencapainya, transformasi digital akan terus digenjot. Kolaborasi dengan berbagai pihak juga diperkuat agar jangkauan makin luas dan program lebih efektif.
Momentum Halalbihalal ini, tutup Sodik, diharap bisa mengingatkan semua amil untuk menjaga semangat Ramadan. "Mari kita pakai energi dari super training Ramadan ini untuk bekerja dengan lebih semangat lagi," pungkasnya.
Artikel Terkait
Vinicius Junior Tegaskan Real Madrid Klub Impian, Tak Buru-buru Perpanjang Kontrak
TNI AL Temukan Kandungan Logam Tanah Jarang dan Unsur Radioaktif di 25 Kontainer Ilegal Batam
Pria Tenggelam Saat Cuci Usus Sapi Kurban di Anak Sungai Musi Palembang
Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Tutup Lebih Awal saat Waisak, Pengunjung Hanya Boleh hingga Pelataran