Mandi Sunah Idul Adha 2026: Niat, Tata Cara, dan Hukumnya Sebelum Salat

- Rabu, 27 Mei 2026 | 01:50 WIB
Mandi Sunah Idul Adha 2026: Niat, Tata Cara, dan Hukumnya Sebelum Salat

Mandi sebelum menunaikan shalat Idul Adha merupakan salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan bagi setiap Muslim, baik laki-laki maupun perempuan, yang tidak sedang dalam keadaan beribadah haji. Ibadah sunah muakkad yang dilaksanakan setiap 10 Dzulhijjah ini menjadi bagian dari persiapan diri untuk menyambut hari raya, dan tata caranya memiliki perbedaan utama hanya pada bacaan niat jika dibandingkan dengan mandi besar pada umumnya.

Pemerintah melalui sidang isbat telah menetapkan bahwa Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Pada hari tersebut, umat Islam di Indonesia akan melaksanakan shalat Id secara serentak. Para ulama sepakat bahwa hukum shalat Idul Adha adalah sunnah muakkadah, yakni ibadah yang sangat dianjurkan karena menjadi salah satu syiar keagamaan yang penting.

Disyariatkannya shalat Idul Adha didasarkan pada sejumlah dalil, salah satunya hadits riwayat An Nasai dari Anas bin Malik. Dalam riwayat tersebut, Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah mengganti dua hari raya yang biasa dirayakan masyarakat Jahiliyah dengan hari yang lebih baik, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. Karena itu, mempersiapkan diri sebelum berangkat shalat, termasuk mandi sunnah, menjadi bagian dari penghormatan terhadap hari besar ini.

Mandi Hari Raya Idul Adha bertujuan membersihkan dan menyucikan badan dari kotoran maupun najis yang menempel di anggota tubuh. Amalan ini disunnahkan sebelum berangkat ke tempat shalat, sebagaimana diriwayatkan dari Abdullah bin Umar yang mandi pada hari Idul Fitri sebelum berangkat ke musala. Meskipun dasar hukum ini berasal dari praktik sahabat, Imam An Nawawi menegaskan bahwa atsar tersebut sahih sebagaimana tercantum dalam kitab Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab.

Sementara itu, terdapat pula hadits yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW mandi pada dua hari raya, yakni Idul Fitri dan Idul Adha, sebagaimana diriwayatkan Ibnu Hibban dari Ibnu Abbas. Namun, sebagian ulama menilai hadits tersebut lemah. Meski demikian, kesunnahan mandi sebelum shalat Id tetap dianjurkan berdasarkan praktik sahabat yang kuat.

Niat mandi Hari Raya Idul Adha dibaca saat air pertama kali disiramkan ke tubuh. Berikut lafal niat yang diamalkan:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِيَوْمِ عِيْدِ الْاَضْحَى سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitul ghusla liyaumi 'iidil Adha sunnatan Lillahi Ta'aalaa.

Artinya: Saya niat mandi pada hari Raya Idul Adha sunnah karena Allah Ta'ala.

Tata cara mandi Idul Adha pada dasarnya sama dengan mandi wajib, hanya berbeda pada niat. Langkah-langkahnya dimulai dengan mencuci kedua telapak tangan, membasuh kemaluan, berwudhu, kemudian menggosokkan jari-jari ke kulit kepala dan menyiramkan air ke kepala sebanyak tiga kali. Setelah itu, seluruh anggota tubuh digosok, dimulai dari bagian kanan, dan dipastikan semua bagian tubuh telah basah.

Tata cara ini merujuk pada hadits riwayat Bukhari dari Aisyah, yang menjelaskan bahwa ketika Rasulullah SAW mandi karena junub, beliau memulai dengan mencuci kedua telapak tangan, berwudhu, lalu memasukkan jari-jari ke dalam air dan menggosokkannya ke kulit kepala. Selanjutnya, beliau menyiramkan air ke kepala dengan tiga kali cidukan tangan, kemudian mengalirkan air ke seluruh kulit.

Dengan memahami niat dan tata cara mandi sunnah ini, diharapkan umat Islam dapat menjalankan ibadah Idul Adha dengan lebih khusyuk dan sempurna. Wallahu A'lam.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar