Operasi Militer AS-Israel ‘Epic Fury’ Berakhir, Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu dengan Iran Berlaku

- Rabu, 06 Mei 2026 | 08:20 WIB
Operasi Militer AS-Israel ‘Epic Fury’ Berakhir, Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu dengan Iran Berlaku

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, secara resmi mengumumkan bahwa Operasi Epic Fury, operasi militer gabungan AS dan Israel yang menargetkan Iran, telah berakhir. Konflik bersenjata yang berlangsung sejak 28 Februari itu resmi dihentikan setelah gencatan senjata tanpa batas waktu diberlakukan pada 7 April waktu Washington DC.

Rubio mengonfirmasi bahwa Presiden Donald Trump telah mengirimkan surat pemberitahuan resmi kepada pimpinan Kongres pada pekan lalu. Dalam pernyataannya, Rubio menegaskan bahwa tahap operasi militer tersebut telah selesai. “Operasi telah berakhir. Epic Fury telah… Presiden telah memberitahu Kongres. Kita sudah selesai pada tahap itu,” ujarnya.

Keputusan untuk menghentikan konflik ini, menurut Rubio, tidak sepenuhnya bersifat sukarela. Pemerintah AS terganjal oleh Undang-Undang Resolusi Perang yang membatasi durasi operasi militer terhadap negara asing tanpa persetujuan Kongres hanya dalam kurun waktu 60 hari. Dengan demikian, penghentian operasi menjadi sebuah keharusan hukum.

Namun, pengumuman tersebut tidak serta-merta mencerminkan kondisi nyata di lapangan. Departemen Pertahanan AS (Pentagon) terus memperbarui postur militer di kawasan Timur Tengah, dengan alasan bahwa ancaman dari Iran masih tetap ada. Hingga saat ini, AS dan Iran hanya menyepakati gencatan senjata tanpa batas waktu, bukan sebuah perjanjian damai yang bersifat permanen.

Di sisi lain, masih terbuka kemungkinan bagi pemerintahan Trump untuk memperbarui misi militernya terhadap Iran di masa mendatang. Situasi ini menunjukkan bahwa meskipun operasi besar telah dihentikan, ketegangan antara kedua negara belum sepenuhnya mereda dan potensi eskalasi masih membayangi kawasan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar