Mobil Dinas TNI Berpelat Nomor 1-45 Terekam Lawan Arah di Jakarta Selatan, TNI AD Lakukan Pendalaman

- Rabu, 06 Mei 2026 | 07:50 WIB
Mobil Dinas TNI Berpelat Nomor 1-45 Terekam Lawan Arah di Jakarta Selatan, TNI AD Lakukan Pendalaman

Sebuah video yang memperlihatkan mobil dinas Tentara Nasional Indonesia (TNI) berpelat nomor 1-45 dengan tanda bintang dua diduga melawan arah viral di media sosial. Peristiwa tersebut disebut-sebut terjadi di kawasan Jalan Denpasar Raya menuju Jalan Prof Dr Satrio, Jakarta Selatan.

Dalam rekaman yang beredar, tampak kendaraan dinas berwarna hijau itu ikut dalam arus lawan arah meskipun telah diingatkan untuk mundur oleh sejumlah orang di lokasi. Beberapa kendaraan lain juga terlihat melakukan hal serupa, sementara sejumlah individu berusaha mengarahkan mobil tersebut agar kembali ke jalur yang benar.

Menanggapi situasi itu, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigadir Jenderal Donny Pramono, menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap kejadian tersebut. Berdasarkan informasi awal, peristiwa itu terjadi saat kondisi jalan sedang padat dan diguyur hujan.

“Kendaraan dinas yang terekam dalam video berada dalam posisi terjebak di tengah kemacetan dan ruang gerak yang terbatas, baik untuk maju maupun mundur,” ujar Donny dalam keterangannya, Rabu (6/5/2026).

Ia menjelaskan bahwa saat itu tengah dilakukan upaya mengurai kemacetan. Kendaraan tersebut, kata dia, hendak menyesuaikan posisi agar arus lalu lintas bisa kembali bergerak normal.

“Namun, potongan video yang beredar hanya menampilkan sebagian situasi, sehingga menimbulkan persepsi seolah-olah kendaraan dinas tersebut menjadi penyebab utama kemacetan, padahal faktanya bukan demikian,” tuturnya.

Donny menambahkan, dalam proses perekaman, terdapat upaya provokasi terhadap pengendara mobil dinas. Meskipun demikian, anggota yang berada di lokasi tetap menahan diri dan tidak terpancing, melainkan fokus mencari solusi agar kendaraan dapat kembali ke jalur dengan aman.

“Pada prinsipnya, TNI AD terus menekankan kepada seluruh prajurit untuk selalu tertib berlalu lintas dan menjadi contoh di masyarakat. Sehingga, apabila dalam pendalaman ditemukan adanya pelanggaran, tentu akan ditangani sesuai ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk melihat peristiwa secara utuh dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan dari potongan video yang beredar, terlebih jika disertai dengan narasi yang provokatif,” jelas dia.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar