1.000 Buruh PT SGS Jombang Demo Tolak PHK Sepihak, Tuding Perusahaan Rekrut Pekerja Outsourcing

- Rabu, 24 Juni 2026 | 01:55 WIB
1.000 Buruh PT SGS Jombang Demo Tolak PHK Sepihak, Tuding Perusahaan Rekrut Pekerja Outsourcing

Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal kembali menyentak sektor industri di Jawa Timur. Sekitar 1.000 buruh yang tergabung dalam serikat pekerja menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Jombang, Selasa siang, untuk memperjuangkan nasib mereka yang di-PHK secara sepihak.

Para buruh tersebut merupakan karyawan PT Sumber Graha Sejahtera (SGS), sebuah perusahaan modal asing yang bergerak di bidang pengolahan kayu di Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Rencananya, PHK massal ini akan berlaku efektif pada akhir Juni mendatang. Dalam orasinya, para demonstran mengecam sikap Pemkab Jombang yang dinilai pasif dan tidak melakukan pembelaan. Pemerintah daerah dituding hanya mengamini alasan sepihak dari perusahaan yang mengaku terus merugi.

Koordinator lapangan aksi, Hadi Purnomo, mengungkapkan kecurigaan bahwa perusahaan justru tengah merekrut buruh baru secara besar-besaran dengan sistem alih daya atau outsourcing.

"Kami terkejut, begitu kami dinyatakan di-PHK, ternyata di dalam pabrik sudah ada orang-orang baru yang masuk menggantikan posisi kami. Ini jelas akal-akalan perusahaan untuk menyingkirkan pekerja yang sudah mengabdi bertahun-tahun," kata Hadi di sela-sela aksi.

Menurut para buruh, langkah ini sengaja diambil manajemen untuk memangkas biaya operasional. Pekerja lama yang selama ini telah mengantongi gaji sesuai regulasi, jaminan kesehatan, dan jaminan sosial, sengaja diganti dengan pekerja baru sistem outsourcing yang bisa dibayar murah tanpa jaminan sosial.

Di sisi lain, pihak manajemen yang hadir dalam audiensi di Kantor Pemkab Jombang membantah tudingan tersebut. Manajer PT SGS, Taufiq, bersikukuh bahwa kondisi keuangan perusahaan sedang terpuruk akibat penurunan produksi dan anjloknya penjualan dalam setahun terakhir. Menurutnya, kondisi ini merupakan dampak berantai dari lesunya ekonomi global, pelemahan nilai tukar rupiah, hingga ketegangan geopolitik akibat perang di Timur Tengah.

"Jika kami tidak mengambil langkah efisiensi berat melalui PHK ini, perusahaan bisa gulung tikar total," kata Taufiq dalam forum pertemuan.

Mendengar argumen perusahaan, para buruh tetap tidak terima dan mendesak Pemkab Jombang segera mengeluarkan tindakan tegas untuk membatalkan keputusan PHK tersebut. Jika tuntutan mereka diabaikan, ribuan buruh mengancam akan mendirikan tenda keprihatinan dan memblokir total pintu masuk pabrik PT SGS di Diwek.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar