Lebih dari 5.000 Peserta Program Magang Nasional Langsung Ditawari Kerja

- Kamis, 25 Juni 2026 | 05:45 WIB
Lebih dari 5.000 Peserta Program Magang Nasional Langsung Ditawari Kerja

Program Magang Nasional yang digelar Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI tidak hanya menjadi ajang menimba pengalaman bagi mahasiswa. Lebih dari itu, ribuan peserta berhasil mendapatkan tawaran pekerjaan tetap setelah masa magang mereka berakhir.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Bakom RI, Kurnia Ramadhana, mengungkapkan bahwa sebanyak 5.063 orang langsung ditawari bekerja oleh perusahaan tempat mereka magang. Penawaran itu mencakup status sebagai karyawan tetap maupun karyawan kontrak. Pernyataan tersebut disampaikan Kurnia dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 24 Juni 2026.

“Sekitar 5.063 orang ditawari langsung untuk bekerja, baik sebagai karyawan tetap maupun karyawan kontrak, oleh perusahaan tempat mereka menjalani magang,” kata Kurnia.

Program Magang Nasional Angkatan I terbagi dalam empat gelombang. Batch I diikuti 14.952 peserta, Batch IB sebanyak 1.160 peserta, Batch II sebanyak 62.128 peserta, dan Batch III sebanyak 24.456 peserta. Angka tawaran kerja tersebut diperoleh dari hasil evaluasi yang diisi oleh 16.112 peserta Batch I dan IB melalui aplikasi MagangHub. Jumlah itu setara dengan sekitar 34 persen dari total responden yang telah menyelesaikan program. Batch I berakhir pada 19 April 2026, sementara Batch IB selesai pada 23 April 2026.

Adapun evaluasi dan pemantauan pascaprogram untuk Batch II dan III masih terus berjalan. Kedua gelombang tersebut baru berakhir pada 23 Mei 2026 dan 16 Juni 2026.

Selain data serapan kerja, Bakom juga memaparkan hasil evaluasi dari sampel yang lebih besar, yakni 65.245 peserta Program Magang Nasional Angkatan I yang mengisi formulir evaluasi melalui aplikasi yang sama. Hasilnya, 84,26 persen responden menyatakan puas atau sangat puas terhadap program tersebut. Di sisi lain, 67,13 persen peserta mengaku program ini membantu atau sangat membantu kondisi ekonomi mereka dan keluarga berkat uang saku yang diberikan pemerintah.

Dampak positif juga terlihat pada peningkatan kompetensi. Berdasarkan evaluasi yang diisi oleh 22.297 mentor program, 66,55 persen peserta dinilai mengalami peningkatan kompetensi teknis yang signifikan selama mengikuti program.

“Peningkatan juga tercatat pada kemampuan komunikasi, kerja sama tim, pemecahan masalah, berpikir kritis, adaptabilitas, hingga keterampilan teknis sesuai bidang pekerjaan,” kata Kurnia.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar