Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) menegaskan bahwa independensi organisasi olahraga merupakan fondasi utama yang tidak dapat ditawar dalam membangun prestasi nasional yang berkelanjutan, profesional, dan kompetitif di kancah internasional. Pernyataan ini disampaikan di tengah momentum transformasi tata kelola olahraga nasional yang dinilai membutuhkan perubahan paradigma, terutama dalam aspek manajemen organisasi dan sumber pendanaan.
Anggota Komite Eksekutif NOC Indonesia sekaligus mantan perenang nasional, Akbar Nasution, menyatakan bahwa organisasi olahraga modern tidak lagi bisa bergantung sepenuhnya pada anggaran pemerintah. Menurutnya, kemandirian harus dibangun melalui tata kelola yang profesional, kolaborasi dengan industri, penggalangan sponsor, serta pengembangan ekosistem olahraga yang sehat.
“Independensi adalah kunci kemajuan olahraga. Menjadi pemimpin organisasi olahraga itu ada konsekuensinya. Tidak bisa hanya berharap pada bantuan pemerintah, tetapi juga harus mampu membangun sumber pendanaan yang sehat, kreatif, dan berkelanjutan,” ujar Akbar dalam pernyataan resminya.
Ia juga mengimbau kepada seluruh cabang olahraga untuk lebih kritis dalam memilih figur pemimpin. Menurutnya, seorang pemimpin organisasi olahraga harus memiliki tanggung jawab penuh untuk terus mencari atlet, pelatih, dan sumber pendanaan yang baik, bukan sekadar mengandalkan bantuan dari luar.
Pandangan tersebut sejalan dengan semangat reformasi tata kelola olahraga nasional yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor 8 Tahun 2026 tentang Pembinaan dan Pengembangan Olahraga Prestasi. Regulasi ini menekankan penguatan kelembagaan, tata kelola modern, efisiensi sistem, serta pembangunan ekosistem olahraga yang berkelanjutan.
Akbar menilai peraturan menteri itu menjadi momentum penting bagi organisasi olahraga untuk menjadi lebih profesional dan adaptif dalam menghadapi tantangan global. “Permenpora ini harus dimaknai sebagai momentum memperkuat sistem olahraga nasional. Artinya, cabang olahraga juga harus mulai membangun daya tahan organisasinya sendiri. Karena olahraga dunia bergerak sangat cepat dan kompetitif,” imbuhnya.
Sebagai bagian dari Gerakan Olimpiade dunia, NOC Indonesia menjalankan tugas dan fungsinya berdasarkan Olympic Charter. Piagam tersebut menjunjung tinggi prinsip independensi organisasi olahraga dari intervensi politik maupun kepentingan lain di luar olahraga. Dalam kerangka itu, Komite Olimpiade Nasional memiliki mandat untuk menjaga otonomi gerakan olahraga dan memastikan setiap federasi nasional dapat menjalankan organisasinya secara independen, profesional, dan sesuai prinsip tata kelola yang baik.
NOC Indonesia pun terus mendorong cabang olahraga nasional agar tidak hanya fokus pada pembinaan atlet, tetapi juga membangun kekuatan organisasi yang sehat secara manajerial dan finansial. “Kalau ingin prestasi dunia, maka organisasinya juga harus berstandar dunia. Atlet membutuhkan sistem yang stabil. Pelatih membutuhkan kepastian program. Dan itu tidak mungkin tercapai kalau organisasi masih bergantung pada satu sumber pendanaan,” kata Akbar.
Ia menambahkan bahwa semangat pengabdian dalam olahraga harus dibangun di atas visi jangka panjang, bukan sekadar orientasi bantuan. “Olahraga itu tentang Merah Putih, tentang passion, tentang pengabdian. Tetapi pengabdian juga harus dibangun dengan profesionalisme. Pemimpin olahraga harus siap mencari solusi, mencari sumber pendanaan, membangun kemitraan, dan memastikan pembinaan atlet terus berjalan,” tegasnya.
NOC Indonesia meyakini bahwa penguatan independensi organisasi olahraga akan menjadi salah satu faktor kunci dalam meningkatkan daya saing Indonesia menuju panggung olahraga dunia. Langkah ini dinilai krusial, terutama dalam menghadapi agenda besar seperti Asian Games Aichi-Nagoya 2026 hingga Olimpiade Los Angeles 2028.
Artikel Terkait
Persib di Ambang Gelar, Bojan Hodak Peringatkan Pemain agar Tak Lengah Hadapi Persijap
Moh Zaki Ubaidillah Gagal ke Semifinal Malaysia Masters 2026 Usai Dikalahkan Christo Popov
Arbeloa Ucapkan Salam Perpisahan di Laga Kandang Terakhir Real Madrid Musim Ini
Wonderkid La Masia Ebrima Tunkara Siap Unjuk Gigi di Pramusim Barcelona, Absennya Pemain Senior Jadi Peluang Emas