Pedagang Hewan Kurban di Bekasi Kenakan Blangkon, Padukan Dagang dan Tradisi

- Sabtu, 23 Mei 2026 | 03:45 WIB
Pedagang Hewan Kurban di Bekasi Kenakan Blangkon, Padukan Dagang dan Tradisi

Di tengah hiruk-pikuk aktivitas jual beli hewan kurban yang kian menggeliat menjelang Iduladha, para pedagang di lapak khusus Majelis Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga (Padasuka) Farm, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, memilih pendekatan berbeda. Mereka mengenakan blangkon, penutup kepala tradisional khas pria Jawa, sebagai daya tarik tersendiri bagi calon pembeli.

Lapak yang berlokasi di kompleks perumahan Griya Bekasi Permai 2, Desa Cibening, Kecamatan Setu, ini sengaja menghadirkan nuansa tradisional di tengah transaksi yang semakin ramai. Ketua Majelis Padasuka Setu Bekasi, Ustadz Andri, yang akrab disapa Kanjeng Berebet, menjelaskan bahwa penggunaan blangkon bukan sekadar strategi dagang. “Blangkon sebenarnya juga sudah menjadi ciri khas majelis kami, selain pakaian serba hitam,” ujarnya, Jumat, 22 Mei 2026.

Menurut dia, langkah ini sengaja diambil untuk memberikan kesan berbeda di mata masyarakat. Selain menarik perhatian, cara tersebut juga menjadi medium untuk memperkenalkan identitas majelis kepada khalayak luas. “Ini adalah dagangan kambing dan domba dari Majelis Padasuka Setu yang dipimpin Kyai Syarif Rahmat, ulama yang sering tampil di salah satu stasiun televisi swasta. Kami mencoba cara dagang yang unik dengan mengenakan baju hitam dan blangkon,” jelasnya.

Di sisi lain, kehadiran lapak dengan konsep unik ini tidak hanya berorientasi pada penjualan semata. Ustadz Andri menegaskan bahwa hal itu juga menjadi bagian dari upaya dakwah kepada masyarakat. “Kami ingin menyampaikan pesan bahwa berdagang bisa dilakukan dengan cara yang santun dan tetap menjaga tradisi,” imbuhnya.

Untuk musim kurban tahun ini, Majelis Padasuka Farm Setu menyediakan 27 ekor kambing dan domba. Tidak ada hewan jenis sapi yang ditawarkan. Setiap ekor dijual dengan harga yang relatif terjangkau, mulai dari Rp2,9 juta hingga Rp4,3 juta, tergantung ukuran dan berat hewan. “Pembelinya kebanyakan berasal dari masyarakat di sekitar wilayah kami. Kami yakin semua kambing dan domba ini akan habis terjual sebelum H-2 Lebaran Haji,” ungkap dia penuh optimisme.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar