Pemerintah membuka keran investasi di sektor hulu minyak dan gas bumi dengan menawarkan lelang sejumlah Wilayah Kerja (WK) migas yang tersebar di berbagai daerah. Langkah ini diambil untuk mempercepat proses eksplorasi dan pengembangan sumber daya alam, sekaligus mendukung target ambisius produksi nasional sebesar 900 ribu hingga 1 juta barel minyak per hari pada tahun 2029.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, secara terbuka mengundang para pelaku usaha untuk berpartisipasi dalam lelang tersebut. Ia menegaskan bahwa prosesnya tidak lagi memerlukan negosiasi di belakang meja, melainkan terbuka bagi siapa pun yang memiliki teknologi, modal, dan keseriusan.
"Ini saya buka secara umum, siapa saja boleh (ikut). Tidak perlu nego-nego di belakang meja. Yang penting kalian punya teknologi, kalian punya uang, kalian punya keseriusan. Silakan mengelola hasil yang ada untuk kebaikan rakyat bangsa dan negara," ujar Bahlil dalam keterangan resmi, Kamis (21/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Bahlil mendorong para pengusaha migas daerah untuk mengambil porsi yang sama sebagai kontraktor di wilayahnya sendiri, selama memiliki kompetensi dan kemampuan di bidang migas. Ia menekankan pentingnya kolaborasi agar pengusaha lokal tidak tersisihkan.
"Agar pengusaha-pengusaha daerah itu harus dikolaborasikan, jangan kontraktor orang Jakarta semua. Jadikanlah orang daerah itu menjadi tuan di negerinya sendiri selama (mereka) profesional," ujarnya.
Di sisi lain, Bahlil menyoroti pentingnya sinergi antara Kementerian ESDM, SKK Migas, dan para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). Menurutnya, seluruh kesepakatan harus dijalankan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku agar proyek dapat selesai tepat waktu dan mendukung peningkatan produksi migas nasional.
"Saya minta jangan lagi diperlambat investor di KKKS. Di hulu migas ini risikonya besar, jangan dipersulit, harus dipermudah. Tapi kalau pengusahanya sudah kita bantu, sudah sesuai aturan, tapi dia dalam implementasinya masih aneh-aneh, artinya perlu diluruskan," kata dia.
Hingga Mei 2026, Kementerian ESDM telah mengidentifikasi sebanyak 118 WK Migas potensial. Rinciannya meliputi 43 wilayah yang masih dalam tahap studi bersama, 50 wilayah potensial pada tahap penawaran studi dan akuisisi data baru, serta 25 wilayah yang telah ditandatangani. Dari jumlah tersebut, delapan WK merupakan hasil lelang tahun 2025 yang penandatanganan kontraknya disaksikan langsung oleh Menteri ESDM.
Kedelapan WK tersebut mencakup kawasan Gagah, Bintuni, Karunia, Drawa, Jalu, Southwest Andaman, Barong, dan Nawasena. Masing-masing wilayah memiliki potensi sumber daya dan nilai investasi yang bervariasi.
WK Gagah, yang berlokasi di onshore Sumatera Selatan, memiliki potensi sumber daya 173 juta barel minyak dan 1,1 Trillion Cubic Feet (TCF) gas, dengan nilai komitmen pasti sebesar USD4,25 juta dan bonus tanda tangan USD300 ribu. Sementara itu, WK Bintuni di onshore dan offshore Papua Barat menyimpan potensi 2,1 TCF gas, dengan komitmen pasti USD16,55 juta dan bonus tanda tangan USD1,25 juta.
WK Karunia, yang berada di onshore dan offshore Sumatera Utara serta Riau, memiliki potensi 82 juta barel minyak dan 0,13 TCF gas, dengan komitmen pasti USD9,9 juta dan bonus tanda tangan USD300 ribu. Adapun WK Drawa di offshore Papua Barat dan Papua Barat Daya menyimpan potensi 0,36 TCF gas, dengan komitmen pasti USD6,45 juta dan bonus tanda tangan USD200 ribu.
Di kawasan Laut Andaman, terdapat WK Jalu dengan potensi 2,9 TCF gas, komitmen pasti USD6,6 juta, dan bonus tanda tangan USD300 ribu. Sementara WK Southwest Andaman di lokasi yang sama memiliki potensi 3 TCF gas, dengan komitmen pasti USD8,2 juta dan bonus tanda tangan USD300 ribu.
WK Barong, yang tersebar di offshore Jawa Timur dan Sulawesi Selatan, menyimpan potensi 2,9 TCF gas, dengan komitmen pasti USD2,5 juta dan bonus tanda tangan USD200 ribu. Terakhir, WK Nawasena di onshore dan offshore Jawa Timur memiliki potensi 1,3 TCF gas, dengan komitmen pasti USD3,5 juta dan bonus tanda tangan USD300 ribu.
Secara keseluruhan, kedelapan WK tersebut memiliki total nilai komitmen pasti sebesar USD57,95 juta dan total bonus tanda tangan USD3,15 juta. Perkiraan sumber daya yang terkandung mencapai 255 juta barel minyak dan 13,79 TCF gas.
Artikel Terkait
LPSK Tetapkan Restitusi Rp5,8 Miliar untuk Keluarga Korban Penculikan dan Pembunuhan Kepala Cabang Bank
Pemerintah Sosialisasikan Aturan Ekspor Tiga Komoditas SDA Lewat BUMN Tunggal Sebelum Berlaku Juni 2026
12 Anak di Kediri Jadi Korban Pencabulan Guru Ngaji, Polisi Buka Peluang Korban Bertambah
I.League Rilis Kalender Musim 2026/27, Super League Dimulai 4 September