Kekecewaan Publik Meluas, Pelatih Timnas Korea Selatan Ditolak Sejumlah Restoran

- Senin, 06 Juli 2026 | 07:15 WIB
Kekecewaan Publik Meluas, Pelatih Timnas Korea Selatan Ditolak Sejumlah Restoran

Kegagalan tim nasional Korea Selatan melangkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 memicu gelombang kekecewaan dari para pendukungnya. Pelatih Hong Myung-bo menjadi sosok yang paling banyak disorot, bahkan sejumlah restoran dan tempat usaha di Korea Selatan dikabarkan menolak melayaninya sebagai bentuk protes simbolis.

Kekecewaan publik bermula setelah Korea Selatan kalah 0-1 dari Afrika Selatan pada laga terakhir penyisihan grup yang berlangsung pada Kamis (25/6/2026). Hasil tersebut membuat langkah Taeguk Warriors terhenti di fase grup dan memancing reaksi keras dari para suporter.

Sebuah restoran di Provinsi Gyeonggi memasang papan bertuliskan "No Entry" atau "Dilarang Masuk" yang ditujukan khusus kepada Hong Myung-bo. Aksi serupa juga terjadi di Distrik Mapo, Seoul. Sebuah kafe mengunggah foto papan larangan masuk untuk Hong di media sosial. Dalam keterangannya, pemilik kafe menulis bahwa meski kecil kemungkinan sang pelatih datang ke tempatnya, rasa kecewanya terhadap hasil tim nasional masih sangat besar.

Gelombang protes kemudian meluas ke berbagai tempat usaha lainnya. Beberapa minimarket memasang tulisan "Hong Myung-bo No Entry" di depan toko mereka. Bahkan, foto sebuah bus mini yang menampilkan pesan bernada sindiran seperti "Hong Myung-bo No Entry! Service Refusal!" dan "Hong Myung-bo Dilarang Masuk! Tidak Akan Dilayani" juga beredar luas di media sosial.

Selain aksi di ruang publik, berbagai meme dan unggahan bernada satire mengenai Hong Myung-bo ramai menghiasi forum-forum daring di Korea Selatan. Salah seorang pemilik restoran mengaku papan larangan masuk tersebut dipasang sebagai bentuk kekecewaan terhadap penampilan tim nasional. Ia juga menyebut tindakan itu dimaksudkan sebagai lelucon yang dapat menghibur para pelanggan.

Hong Myung-bo sendiri menjadi sasaran utama kritik setelah Korea Selatan gagal lolos dari fase grup. Ia tiba di Bandara Internasional Incheon pada 30 Juni 2026, beberapa hari setelah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pelatih kepala. Korea Selatan mengakhiri fase grup dengan menempati posisi ke-10 dari 12 tim peringkat ketiga. Hasil tersebut membuat mereka gagal merebut satu dari delapan tiket bagi tim peringkat ketiga terbaik untuk melaju ke babak 32 besar, yang diisi oleh 24 juara dan runner-up grup serta delapan tim peringkat ketiga terbaik.

Kegagalan ini menjadi yang pertama bagi Korea Selatan tersingkir pada fase grup Piala Dunia sejak edisi 2018 di Rusia. Di berbagai forum daring, banyak pendukung melabeli Hong Myung-bo sebagai salah satu pelatih terburuk dalam sejarah sepak bola Korea Selatan. Sebagian warganet juga mengungkit kiprahnya pada Piala Dunia 2014, ketika tim hanya mampu meraih satu hasil imbang dan menelan dua kekalahan.

Sejumlah komentar di media sosial menilai kegagalan tersebut merupakan dampak dari proses penunjukan pelatih yang dianggap tidak memiliki visi yang jelas serta mengabaikan prinsip profesionalisme. Tekanan yang terus mengalir akhirnya membuat Hong Myung-bo memutuskan mundur dari kursi pelatih kepala tim nasional Korea Selatan pada Minggu (28/6/2026), sehari setelah tim dipastikan tersingkir dari Piala Dunia 2026.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags