Kementerian Kesehatan Lebanon mengumumkan jumlah korban meninggal akibat ofensif militer Israel telah mencapai 4.304 orang, sementara 12.203 lainnya luka-luka. Angka itu terhitung sejak 2 Maret hingga 5 Juli tahun ini.
Dalam pernyataan singkatnya, kementerian menyebutkan bahwa data tersebut mencakup seluruh korban sejak Israel kembali melancarkan dan memperluas operasi militernya pada awal Maret, setelah gencatan senjata yang berlaku sejak November 2024 berakhir.
Peningkatan jumlah korban terjadi di tengah berlanjutnya serangan udara dan operasi darat Israel. Berbagai upaya dan kesepakatan gencatan senjata, termasuk yang ditandatangani pada 17 April, terus dilanggar di lapangan.
Sistem layanan kesehatan Lebanon kian tertekan. Rumah sakit masih harus menangani arus korban yang terus berdatangan, sementara tim medis dan pemantau terus mendokumentasikan kondisi di Lebanon selatan, Lembah Bekaa, dan pinggiran selatan Beirut.
Artikel Terkait
Remaja Palestina Tewas Ditembak Israel di Tepi Barat, Dua Lainnya Luka
Korban Tewas di Lebanon Tembus 4.304 Orang, Israel Bersikukuh Tak Tarik Pasukan
Erdogan: Pemerintah Israel yang Kecanduan Perang Jangan Dibiarkan Menyeret Kawasan ke Pertumpahan Darah
Dokumen Intelijen Israel Ungkap Hamas Pulihkan Kemampuan Militer di Tengah Gencatan Senjata