Rahasia di Balik Fisik Baja Erling Haaland: Dari Diet Jeroan hingga Meditasi

- Senin, 06 Juli 2026 | 08:24 WIB
Rahasia di Balik Fisik Baja Erling Haaland: Dari Diet Jeroan hingga Meditasi

Erling Haaland menjadi sorotan setelah aksinya di Piala Dunia 2026: mengejar bola operan bek Irak ke kiper, lalu mencetak gol dari blunder pertahanan lawan. Manusia setinggi 195 cm itu mampu berlari sangat cepat dan tetap fleksibel. Saat di Borussia Dortmund, ia pernah mencetak gol dengan lari 100 meter dari ujung ke ujung lapangan, tembus kecepatan 35 km per jam.

Stamina Haaland menjadi topik menarik, terutama jika menelisik pola makannya. Setiap hari ia mengonsumsi sekitar 6.000 kalori hampir tiga kali lipat rekomendasi pria dewasa. Menu hariannya meliputi jantung sapi, hati sapi, steak Tomahawk, madu mentah, ikan kakap, asparagus, nasi goreng telur, dan banyak susu.

Pria kelahiran 21 Juli 2000 itu mengikuti pola makan leluhur. Ia menekankan pentingnya bahan berkualitas tinggi yang bersumber dari lokal. "Anda tidak makan ini, tetapi saya peduli dengan menjaga kesehatan tubuh saya," kata Haaland dalam film dokumenternya, Haaland: The Big Decision. "Saya pikir makan makanan berkualitas yang sebisa mungkin berasal dari daerah setempat adalah yang terpenting. Atau sapi lokal yang makan rumput di sana? Saya makan jantung dan hatinya."

Para ahli gizi mengonfirmasi bahwa jantung dan hati sapi kaya nutrisi, termasuk zat besi, riboflavin, vitamin B12, vitamin A, dan tembaga. Selain jeroan, Haaland mengonsumsi susu segar yang tidak dipasteurisasi dicampur ke dalam kopi paginya. Ia menganggap kopi sebagai makanan super jika disiapkan dengan sedikit susu.

Kontroversi Pola Makan

Pola makan Haaland memicu perdebatan. Sebagian ahli melihatnya sebagai puncak nutrisi olahraga personal, dengan kepadatan nutrisi ekstrem dari jeroan. Namun, yang lain memperingatkan risiko infeksi parasit dari produk susu dan jeroan mentah atau setengah matang. Orang awam disarankan tidak meniru tanpa pengawasan medis.

Haaland tidak terganggu. Ia yakin kualitas bahan adalah kunci keamanan. "Jika Anda melihat tubuh saya, jika Anda melihat kaki saya, Anda akan melihat bahwa saya telah banyak berubah," katanya kepada Diario AS. "Hal pertama yang saya lakukan di pagi hari adalah mendapatkan paparan sinar matahari di mata saya; itu baik untuk ritme sirkadian. Saya juga mulai menyaring air minum saya."

Latihan Intensif

Berat badan Haaland naik dari 86 menjadi 94 kilogram semua massa otot murni. Program latihannya fokus pada kecepatan, kelincahan, kekuatan, dan kebugaran menyeluruh, bukan pembentukan otot ala binaragawan. Stanislav Macek, mantan pelatihnya di RB Salzburg, mengatakan kepada Goal.com bahwa Haaland melakukan 300 push-up dan 1.000 sit-up setiap hari.

Daya tahan stamina ditempa dengan treadmill, bersepeda, mesin dayung, dan lari cepat HIIT. Macek mengonfirmasi Haaland rutin melakukan lari beban dipadukan lari cepat menanjak. Latihan itu dirancang oleh ayahnya sekaligus ahli nutrisi, Alfie Haaland. Haaland juga menekankan kerja mobilitas di pangkal paha dan pinggul bersama fisioterapis Mario Pafundi, yang memungkinkannya mencetak gol dari sudut sulit dengan gerakan akrobatik. Ia mengakhiri rutinitas dengan peregangan 10-20 menit untuk mencegah cedera.

Pemulihan Mewah

Haaland berinvestasi besar dalam pemulihan: terapi cahaya merah, mandi batu panas, sauna, fisioterapi, dan sinar matahari pagi. Ia memasang ruang krioterapi senilai £50.000 (Rp1,2 miliar) di rumahnya di Chester, Inggris, serta menggunakan rendaman es dan yoga. Meditasi juga menjadi rutinitas harian, melahirkan pose selebrasi terkenalnya: kaki disilangkan, mata tertutup, tangan di lutut. "Saya suka bermeditasi. Bermeditasi sangat membantu saya dan menemukan kedamaian batin," katanya kepada Esporte Interativo.

Disiplin Tinggi

Haaland tidak mengonsumsi alkohol, tidak begadang, dan menghindari makanan cepat saji, minuman manis, gorengan, serta makanan olahan. Ia tidur jam 10 malam, mematikan gawai, dan memakai kacamata pemblokir cahaya biru sebelum tidur. Kini, di usia 26 tahun, ia dianggap sebagai salah satu pemain terbaik dunia dan pencetak gol terbanyak sepanjang masa Norwegia, membantu negaranya lolos ke Piala Dunia 2026 setelah 27 tahun penantian.

Catatan redaksi: Artikel ini adalah laporan editorial tentang rutinitas atlet berdasarkan cerita dari figur publik, dan bukan merupakan saran medis, gizi, atau program latihan untuk publik. Pola makan dan diet atlet elite, latihannya, dan upaya pemulihan tubuhnya, dirancang di bawah pengawasan profesional dan tidak tepat untuk ditiru tanpa konsultasi dengan dokter atau ahli gizi terdaftar.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags