PGN Gali Potensi Gas Metana Batubara di Sumsel untuk Perkuat Ketahanan Energi

- Senin, 06 Juli 2026 | 09:24 WIB
PGN Gali Potensi Gas Metana Batubara di Sumsel untuk Perkuat Ketahanan Energi

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atau PGN, selaku Subholding Gas Pertamina, berkomitmen mengoptimalkan potensi gas domestik guna memperkuat ketahanan energi nasional. Perusahaan mencari sumber-sumber pasokan baru yang non-konvensional melalui program gasifikasi dari molekul-molekul gas dan sumber-sumber yang ada.

Salah satu inisiatif yang tengah dilakukan adalah pemanfaatan Coalbed Methane (CBM) atau gas berbasis batubara di Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Gas metana dari batubara ini diharapkan dapat menambah pasokan bagi PGN.

Bagi PGN, pengembangan CBM di Tanjung Enim berpotensi membuka ruang monetisasi sumber daya gas non-konvensional domestik yang selama ini belum optimal. Inisiatif ini juga menjadi opsi diversifikasi pasokan gas domestik untuk mendukung kebutuhan industri dan pembangkit.

Berdasarkan data Ditjen, potensi CBM di Tanjung Enim diperkirakan mencapai sekitar 9,7 TCF OGIP (Original Gas in Place), dengan estimasi nilai potensi gas sekitar USD 15,4 miliar. PGN menegaskan kesiapan teknis dan komersial melalui penyusunan skema pemanfaatan gas bumi, dengan target penyaluran yang diproyeksikan tumbuh bertahap dari 1 MMSCFD hingga 25 MMSCFD.

Pada Jumat (3/7/2026), PGN menerima kunjungan kerja dari Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman beserta jajaran di Stasiun Penerima Gas (SPG) dan Stasiun Kompresor Gas (SKG) Pagardewa. Kunjungan tersebut turut dihadiri Kasdam II/Sriwijaya Brigadir Jenderal TNI Iwan Ma'ruf Zainudin, Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan Dr. Drs. H. Edward Candra, Sekretaris Daerah Kabupaten Muara Enim Ir. Yulius, M.Si., Anggota DPRD Kabupaten Muara Enim Jonidi, S.H., serta jajaran pemangku kepentingan terkait.

Kantor Staf Presiden (KSP) hadir untuk memastikan seluruh program prioritas nasional berjalan efektif dan tepat sasaran, terutama yang berkaitan dengan ketahanan energi, peningkatan kapasitas produksi domestik, serta pengurangan ketergantungan terhadap impor energi.

Kepala Staf Kepresidenan menyampaikan bahwa percepatan proyek pengembangan pemanfaatan CBM menjadi perhatian bersama karena memiliki nilai strategis bagi kepentingan nasional. Menurutnya, meskipun masih terdapat sejumlah aspek administrasi yang perlu diselesaikan, termasuk penyesuaian Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), seluruh pihak telah menyepakati pentingnya percepatan penyelesaian sesuai ketentuan yang berlaku.

KSP mendorong penyelesaian hambatan lintas sektor agar pengembangan Gas Metana Batubara dari wilayah Muara Enim dapat segera masuk tahap komersialisasi, dengan tetap mengikuti mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Direktur Utama PGN, Arief K. Risdianto, menyampaikan apresiasi atas dukungan KSP terhadap upaya PGN dalam memperkuat gas bumi domestik dan mengurangi impor energi nasional. Terutama, memimpin solusi dalam mengatasi kendala-kendala dalam pengembangan infrastruktur gas bumi di wilayah Pagardewa dan sekitarnya.

Selain CBM, PGN juga menjajaki potensi pasokan dari biomethane yang bersumber dari limbah kelapa sawit dan Synthetic Natural Gas (SNG). Potensi pasokan dari ketiga sumber ini sangat besar di Sumatera Selatan.

“Dalam upaya menjaga kestabilan pasokan sekaligus memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia di Sumatera Selatan, PGN melaksanakan pengembangan infrastruktur injection point. Infrastruktur ini sebagai titik pengumpul gas, di mana gas yang bersumber dari tiga pasokan, baik dari coalbed methane, dari biomethane ataupun juga sumber lainnya akan dikumpulkan yang kemudian akan dimasukkan ke dalam pipa transmisi yang sudah ada,” jelas Arief.

Integrasi infrastruktur berbasis pipeline dan non-pipeline menjadi kunci utama efektivitas penyerapan energi ini. Dengan rekam jejak yang solid serta portofolio infrastruktur gas bumi yang luas sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN siap menjalankan peran strategisnya sebagai jembatan utama antara titik sumber pasokan gas dengan masyarakat, dengan tetap mematuhi prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG).

Kendati kesiapan operasional, PGN menggarisbawahi bahwa percepatan proyek strategis ini membutuhkan dukungan dari seluruh stakeholder. Oleh karena itu, PGN menilai dukungan dari KSP memegang peranan penting dalam menjembatani komunikasi antar pemangku kepentingan agar koordinasi dapat berjalan lebih taktis dan efektif, serta selaras dengan peran masing-masing pihak dan tindak lanjut yang jelas di setiap lini.

“PGN menegaskan komitmen jangka panjangnya untuk terus mengawal kebijakan Pemerintah. Dari wilayah Muara Enim dan Pagardewa, PGN bertekad menghadirkan solusi energi domestik yang bersih, andal, dan memberikan multiplier effect yang luas bagi masyarakat dan berkontribusi pada perekonomian daerah,” tutup Arief.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags