Pembina GPCI Tegaskan Bantuan untuk Gaza Tak Berhenti Meski Sembilan Relawan WNI Dipulangkan Israel

- Sabtu, 23 Mei 2026 | 06:45 WIB
Pembina GPCI Tegaskan Bantuan untuk Gaza Tak Berhenti Meski Sembilan Relawan WNI Dipulangkan Israel

Perjuangan menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk Gaza tidak akan berhenti meskipun sembilan warga negara Indonesia yang tergabung dalam delegasi Global Sumud Flotilla telah dibebaskan dan dipulangkan setelah sempat ditahan otoritas Israel. Hal itu ditegaskan oleh Pembina Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Bachtiar Nasir, dalam acara Malam Solidaritas dan Doa untuk Gaza yang berlangsung di Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (22/5/2026).

Acara tersebut digelar sebagai bentuk dukungan kemanusiaan sekaligus upaya membangkitkan kembali semangat solidaritas terhadap Gaza. Momentum ini dinilai penting mengingat misi bantuan yang membawa sembilan relawan WNI sebelumnya harus terhenti setelah mereka ditangkap di tengah perjalanan.

“Tema kita adalah solidaritas dan doa untuk Gaza. Dan Alhamdulillah teman-teman relawan yang sembilan sudah dilepaskan. Namun, walau mereka belum bisa menembus sampai ke Gaza dan membawa bantuan sudah di-intercept, kita tidak akan berhenti,” ujar Bachtiar di sela kegiatan.

Menurut Bachtiar, kepulangan para relawan tidak boleh dimaknai sebagai akhir dari perjuangan. Justru sebaliknya, momen ini harus menjadi titik tolak untuk melanjutkan upaya-upaya berikutnya. “Semangat kita pompa kembali bahwa kepulangan ini harus dilanjutkan lagi dengan perjuangan-perjuangan berikutnya karena kita masih belum berhasil. Untuk itulah malam solidaritas dan doa untuk Gaza tidak boleh berhenti,” tuturnya.

Kegiatan tersebut turut mengundang sejumlah pemimpin redaksi, jurnalis, serta keluarga para relawan yang terdampak dalam peristiwa itu. Selain doa bersama, Bachtiar menyebut GPCI juga mendorong peran Indonesia yang lebih besar dalam misi kemanusiaan untuk Gaza. Ia berharap penyaluran bantuan tidak hanya mengandalkan satu jalur saja.

“Ke depan kita ingin peran Indonesia harus lebih besar lagi. Dan yang akan berangkat harusnya lebih besar-besar lagi. Saya berharap tidak cuma satu jalur laut. Saya berharap ada banyak jalur laut, banyak jalur darat, dan banyak jalur udara,” tuturnya.

Sembilan WNI yang sebelumnya ditahan militer Israel saat menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza telah tiba dengan selamat di Istanbul, Turki, dan dijadwalkan pulang ke Indonesia. Mereka adalah Herman Budianto Sudarsono dan Ronggo Wirasanu dari GPCI-Dompet Dhuafa, Andi Angga Prasadewa dari GPCI-Rumah Zakat, Asad Aras Muhammad dari GPCI-Spirit of Aqso, Hendro Prasetyo dari GPCI-SMART 171, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai Rifan Billah dari Republika, Andre Prasetyo Nugroho dari TV Tempo, serta Rahendro Herubowo dari GPCI.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar