Kemenangan Argentina atas Mesir Diwarnai Kontroversi Keputusan Wasit

- Rabu, 08 Juli 2026 | 05:40 WIB
Kemenangan Argentina atas Mesir Diwarnai Kontroversi Keputusan Wasit

Pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Mesir di Atlanta berakhir dengan skor 3-2 untuk juara bertahan, namun kemenangan itu tidak lepas dari gelombang protes. Kubu Mesir merasa dirugikan oleh serangkaian keputusan wasit asal Prancis, François Letexier, yang dinilai berat sebelah.

Pelatih Mesir, Hossam Hassan, secara terbuka menuduh turnamen ini diarahkan untuk memenangkan Argentina. "Saya akan mengatakan apa yang ada di pikiran saya terlepas dari konsekuensinya, ini jelas pertandingan yang dicurangi dan seluruh dunia melihatnya," ujarnya dalam konferensi pers usai laga. Ia juga menambahkan, "Jika mereka sangat ingin Argentina menang, mengapa memanggil semua orang untuk datang dan berpartisipasi?"

Salah satu keputusan paling kontroversial terjadi saat Mesir unggul 1-0. Mostafa Zico mencetak gol kedua yang dianulir oleh VAR setelah wasit menganggap Marwan Attia melakukan pelanggaran ringan terhadap Lisandro Martínez di area pertahanan Mesir. Pelanggaran terjadi sekitar 100 yard dari gawang dan lebih dari 20 detik sebelum gol tercipta. Mantan wasit Piala Dunia, Fernando Guerrero, menilai keputusan itu menyalahi protokol VAR karena Argentina sebenarnya memiliki waktu dan ruang untuk menyusun pertahanan kembali.

Kubu Mesir juga melayangkan protes keras karena wasit menolak memeriksa VAR untuk dua insiden di kotak penalti Argentina. Pertama, Mohamed Salah terjatuh setelah kakinya dikait Julián Álvarez. Kedua, sebelum Enzo Fernández mencetak gol kemenangan pada menit ke-90 2, Alexis Mac Allister terlihat menarik jersei Hamdy Fathy di kotak terlarang. Wasit membiarkan laga berjalan hingga gol tercipta.

Ketegangan di lapangan memuncak. Wasit Letexier mengeluarkan kartu merah untuk salah satu anggota staf pelatih Mesir yang masuk ke lapangan, serta kartu kuning untuk kiper Mostafa Shobeir, pemain Hamdy Fathy, dan pelatih Hossam Hassan. Setelah pertandingan, Hassan tertangkap kamera membuat isyarat tangan berbentuk "X" di depan wasit simbol resmi FIFA untuk melaporkan insiden rasisme atau diskriminasi meskipun ia tidak merinci motifnya.

Kritik juga datang dari pengamat sepak bola Inggris seperti Gary Neville dan Roy Keane di studio ITV. Mereka sepakat bahwa Argentina mendapatkan privilese keputusan wasit yang belum tentu diberikan jika posisinya dibalik.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags