Amerika Serikat melancarkan serangan militer terbaru di Selat Hormuz pada Selasa (7/7) malam waktu setempat, memicu kecaman keras dari Iran yang menuding Washington melanggar kesepakatan gencatan senjata. Kementerian Luar Negeri Iran menyebut serangan itu sebagai bukti nyata itikad buruk AS dan menegaskan akan mengambil langkah tegas untuk melindungi kepentingan nasionalnya.
Dalam pernyataan yang diunggah ke Telegram oleh IRIB News, Kementerian Luar Negeri Iran menyampaikan peringatan keras mengenai konsekuensi dari pelanggaran perjanjian yang dilakukan Amerika. "Iran akan mengambil langkah tegas untuk melindungi kepentingan serta keamanan nasionalnya," demikian bunyi pernyataan tersebut.
Menurut Teheran, AS melanggar Pasal 10 nota kesepahaman dengan membatalkan pengecualian sementara atas sanksi yang menargetkan penjualan minyak Iran. Langkah Departemen Keuangan AS disebut sebagai "pelanggaran nyata" terhadap nota kesepahaman yang ditandatangani pada 18 Juni lalu.
Serangan AS terjadi setelah Iran dilaporkan mengirimkan rudal ke sejumlah kapal komersial yang melintas di Selat Hormuz. Komando Pusat AS menyatakan bahwa serangan itu merupakan tanggapan atas agresi Iran terhadap tiga kapal komersial. "Agresi yang ditunjukkan Iran tersebut tidak dapat dibenarkan, berbahaya, dan merupakan pelanggaran nyata terhadap gencatan senjata," bunyi pernyataan Komando Pusat AS.
Media pemerintah Iran melaporkan serangkaian ledakan terdengar di beberapa wilayah setelah pengumuman dari militer Amerika. Kantor berita IRIB mencatat enam ledakan di Pulau Qeshm, tujuh ledakan di kota Sirik, dan lebih banyak lagi ledakan di kota pelabuhan utama Bandar Abbas.
Artikel Terkait
AS Serang Selat Hormuz, Balas Iran yang Tembaki Kapal Komersial
IRGC Tembakkan Rudal ke Kapal Komersial di Selat Hormuz, Dua Kapal Rusak
Megawati Sampaikan Duka untuk Ayatollah Khamenei, Kenang Pertemuan dan Semangat Perjuangan
Jerman Tegaskan Iran Harus Bayar Biaya Pembersihan Ranjau di Selat Hormuz