Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak di zona hijau pada perdagangan Rabu (8/7), dengan rentang pergerakan 6.127 hingga 6.257. Proyeksi ini muncul setelah pada Selasa (7/7) IHSG ditutup naik 70,43 poin atau 1,19 persen ke level 5.986,497.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia M. Nafan Aji Gusta mengatakan, indikator teknikal menunjukkan sinyal positif. "Berdasarkan indikator, Stochastics K_D menunjukkan sinyal positif, dan didukung kenaikan volume, sementara RSI berpotensi membentuk pola golden cross," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (8/7).
Menurut Nafan, keyakinan kenaikan itu ditopang oleh membaiknya sentimen domestik. Namun, ruang kenaikan IHSG masih dibatasi faktor eksternal dan aksi ambil untung. Ia menekankan, peluang penguatan IHSG tetap terbuka apabila sentimen global kondusif dan tidak terjadi tekanan jual signifikan dari investor asing.
Dari dalam negeri, Nafan menjelaskan bahwa para pelaku pasar mulai melihat perbaikan kinerja emiten pada semester II 2026, terutama di sektor perbankan, konsumsi, dan infrastruktur. Secara makro, proyeksi PDB Indonesia yang stabil di atas 5 persen dan inflasi yang terkendali turut mendukung iklim investasi. Aktivitas IPO yang kembali meningkat, seperti JECX dan JELI yang langsung menyentuh ARA pada debutnya, juga memberi sentimen positif. "Tingginya minat investor terhadap emiten baru menjadi indikasi bahwa likuiditas domestic market masih cukup baik," kata Nafan.
Ke depan, rilis data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia periode Juni 2026 (forecast 125 vs previous 120,9) akan menjadi perhatian. "Kenaikan IKK mengindikasikan bahwa konsumen secara umum masih memiliki ekspektasi yang kuat terhadap prospek ekonomi dan penghasilan enam bulan ke depan, sehingga berpotensi meningkatkan konsumsi domestik, yang merupakan kontributor terbesar PDB Indonesia, dengan porsi kontribusi yang mencapai lebih dari 50 persen," tutur Nafan.
Dari sisi global, pelaku pasar mulai menyoroti aksi ambil untung pada saham teknologi dan AI, menyusul kekecewaan terhadap panduan kinerja Samsung yang dinilai belum memenuhi ekspektasi pasar yang sangat tinggi. Hal ini memicu tekanan pada saham-saham semikonduktor global. Sementara itu, investor juga memantau KTT NATO di Ankara, di mana Presiden AS Donald Trump mengkritik negara sekutu NATO yang dianggap kurang mendukung AS terkait isu Iran, seraya mengisyaratkan kemungkinan pengurangan pasukan AS di Eropa.
Saham-saham yang direkomendasikan Mirae Asset Sekuritas pada Rabu (8/7) meliputi AMMN, CPIN, dan BRPT. Sementara itu, MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG menguat ke level 6.083-6.203. "Kami perkirakan, posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave b dari wave (b) dari wave [iv] pada skenario hitam," tulis MNC Sekuritas dalam keterangannya. Saham rekomendasi MNC Sekuritas pada hari yang sama meliputi AADI, BKSL, INCO, dan PTRO.
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.
Artikel Terkait
IHSG Terkoreksi 34,74% Sepanjang Semester I 2026, OJK Beberkan Penyebabnya
IHSG Menguat 1,19 Persen, Saham Properti Mendominasi Top Gainer
IHSG Anjlok 34,74 Persen di Semester I 2026, OJK Ungkap Pemicunya
IHSG Ditutup Menguat di Sesi I, Tembus Level 5.943