Tiga Kepala Negara Kunjungi Indonesia, Teken Sejumlah Perjanjian Strategis

- Rabu, 08 Juli 2026 | 07:40 WIB
Tiga Kepala Negara Kunjungi Indonesia, Teken Sejumlah Perjanjian Strategis

Sejumlah kepala negara menyambangi Indonesia dalam waktu berdekatan untuk menandatangani berbagai perjanjian kerja sama strategis sekaligus melakukan kunjungan balasan. Mereka adalah Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko, Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong, dan Perdana Menteri India Narendra Modi.

Lukashenko menjadi pemimpin pertama yang tiba. Ia disambut Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin pada Rabu (1/7) dan menginap di Istana Negara selama kunjungannya. Menteri Luar Negeri Sugiono mengonfirmasi bahwa ini adalah kali pertama seorang presiden negara sahabat menginap di Istana Negara dalam sejarah modern Indonesia. "Di Istana Negara. Presiden yang pertama di Istana Negara," ujarnya dalam konferensi pers di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Biasanya, tamu kepala negara atau kepala pemerintahan sahabat yang berkunjung ke Indonesia menginap di Wisma Negara atau memilih hotel bintang lima. Kunjungan Lukashenko merupakan balasan atas lawatan Presiden Prabowo Subianto ke Belarus pada 15 Juli 2025. Ini juga menjadi kunjungan kedua Lukashenko ke Indonesia setelah yang pertama pada 2013.

Momen unik terjadi saat pertemuan resmi. Lukashenko secara spontan memberikan pulpennya kepada Prabowo setelah menandatangani buku tamu. Prabowo tampak terkejut dengan aksi spontan tersebut seusai upacara penyambutan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Dalam pertemuan itu, Prabowo dan Lukashenko menandatangani Road Map for Bilateral Cooperation 2026-2030, peta jalan kerja sama bilateral Indonesia-Belarus. Prabowo mengatakan peta jalan itu menunjukkan komitmen bersama agar arah kemitraan kedua negara lebih terstruktur. Ia membeberkan sejumlah sektor kerja sama yang disepakati, mulai dari ketahanan pangan termasuk penguatan pasokan pupuk dan alat pertanian hingga ekonomi yang berfokus pada pengembangan industri, modernisasi pertanian, penguatan rantai pasok, dan transfer teknologi.

Di bidang perdagangan, Prabowo mengapresiasi Belarus yang telah menyelesaikan ratifikasi Uni Ekonomi Eurasia (EAEU). "Kami juga sedang melakukan proses ratifikasi tersebut," ujarnya. Sementara di sektor industri, kedua negara sepakat meningkatkan investasi antarpelaku usaha, khususnya pada industri manufaktur, otomotif, kendaraan berat, dan agroindustri. Kerja sama juga mencakup bidang sosial budaya melalui penguatan kemitraan pendidikan dan pelatihan vokasi.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags