Barcelona Incar Rafael Leao di Tengah Krisis Keuangan

- Selasa, 07 Juli 2026 | 03:45 WIB
Barcelona Incar Rafael Leao di Tengah Krisis Keuangan

Barcelona dikabarkan tengah menjajaki kemungkinan merekrut penyerang sayap AC Milan, Rafael Leao, yang bernilai sekitar 60 hingga 70 juta euro. Langkah ini muncul setelah pemain berusia 27 tahun itu tidak masuk dalam proyeksi jangka panjang pelatih baru Ruben Amorim.

Menurut laporan media Italia La Gazzetta dello Sport dan Mundo Deportivo, raksasa Catalan tersebut telah meminta informasi mengenai situasi terkini Leao. Namun, Barcelona menghadapi kendala finansial yang cukup besar akibat belanja pemain sebelumnya. Keuangan klub sedang tertekan setelah merampungkan transfer Anthony Gordon seharga 70 juta euro ditambah bonus 10 juta euro, serta fokus mengupayakan perekrutan Julian Alvarez dari Atletico Madrid yang nilainya diperkirakan menembus 100 juta euro.

Sebagai jalan keluar, skema peminjaman dengan kewajiban pembelian menjadi opsi logis yang mungkin dipertimbangkan oleh AC Milan untuk membagi beban pembayaran manajemen Blaugrana selama beberapa musim ke depan.

Selain Barcelona, penyerang internasional Portugal itu juga memikat perhatian klub lain seperti Tottenham Hotspur, Manchester United, serta sejumlah tim dari Liga Pro Saudi. Tottenham dilaporkan cukup agresif di bawah manajer Roberto De Zerbi yang berniat merombak tim setelah terpuruk di kancah domestik, menyusul rekor transfer klub sebelumnya saat mendatangkan Sandro Tonali senilai 116 juta euro.

Di tengah spekulasi kepindahannya, Leao menyatakan pandangannya mengenai pelatih baru AC Milan yang menggantikan posisi manajer terdahulu. "At this moment, I need to stay focused on the World Cup. What I do know is that this is a very good coach, he did well in Portugal, it didn't go the way he wanted at Manchester United, but he remains a great coach," ujar Leao.

Pemain yang sempat mencatatkan assist untuk gol Goncalo Ramos saat Portugal menghadapi Kroasia di babak 32 besar ini menegaskan bahwa kepastian masa depannya baru akan diputuskan seusai kompetisi berakhir. "I will make a decision after the World Cup," katanya.

Mantan pemain Sporting CP itu juga mengakui keinginannya secara terbuka untuk mencari pengalaman baru setelah merasa petualangannya di kompetisi tertinggi Italia sudah memberikan hasil yang cukup. "I need a new challenge," cetusnya. Ia menganggap torehan prestasi di Serie A sudah memadai setelah mengabdi beberapa musim di San Siro. "I already won two trophies in Italy and have been there for a while," tuturnya.

Leao merasa karakter dan gaya bermainnya bakal lebih berkembang pesat jika berkarier di Inggris atau Spanyol. "The league is evolving, but for my style of football, I think the Premier League or LaLiga would make more of my talent, as a player," tambahnya. Secara khusus, bermain di Premier League diakui menjadi salah satu impian terbesarnya. "If a Premier League opportunity were to come along, I would be very happy," jelasnya.

Ia meyakini kapasitas penampilannya mampu bersaing dengan jajaran pemain elite di kompetisi seketat Premier League. "I think that I can put my talent up against the players there, who are of a very high level," ungkapnya. Kompetisi tersebut dipandang sebagai panggung terbaik yang mampu memicu potensi maksimal seorang pemain profesional. "Playing in that kind of a league really gets the best out of a player," pungkasnya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags