Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) mengusulkan skema tarif berlangganan TransJakarta kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Skema ini dinilai lebih hemat bagi pekerja harian yang rutin menggunakan transportasi umum.
Ketua DTKJ Sugihardjo mengatakan konsep berlangganan sudah banyak diterapkan di berbagai negara untuk mendorong masyarakat lebih sering menggunakan transportasi umum. DTKJ menyusun skema tarif mulai dari mingguan, dua mingguan, hingga bulanan.
"Kita mendorong tarif langganan. Di luar negeri banyak yang menggunakan sistem langganan," kata Sugihardjo di Balai Kota Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Menurutnya, usulan ini merupakan bagian dari kajian penyesuaian tarif transportasi publik di Jakarta. Skema langganan diyakini bisa meringankan biaya perjalanan warga yang setiap hari menggunakan transportasi umum, terutama pekerja.
Asumsi Tarif Rp5.000 Sekali Perjalanan
Sugihardjo menjelaskan, usulan tarif langganan Rp200 ribu per bulan dihitung dari kebutuhan perjalanan pekerja yang menggunakan TransJakarta setiap hari. Jika tarif reguler nantinya menjadi Rp5.000 sekali perjalanan, pengguna yang pergi-pulang bekerja akan mengeluarkan sekitar Rp10 ribu per hari.
Dengan asumsi 25 hari kerja dalam sebulan, biaya perjalanan mencapai sekitar Rp250 ribu. DTKJ kemudian mengusulkan potongan sekitar 20 persen melalui skema berlangganan, sehingga tarifnya menjadi Rp200 ribu per bulan.
"Kalau 5.000 berangkat, 5.000 pulang, sudah Rp10 ribu. Dikali 25 hari kerja menjadi Rp250 ribu. Karena langganan kita usulkan diskon 20 persen, tarifnya hanya Rp200 ribu," bebernya.
Selain paket bulanan, DTKJ juga membuka opsi paket langganan dengan periode lebih pendek, seperti mingguan atau dua mingguan. Skema itu diharapkan dapat mengakomodasi pengguna yang tidak bepergian setiap hari.
Artikel Terkait
DTKJ Usulkan Tarif Berlangganan TransJakarta Rp200 Ribu per Bulan
Pramono Anung: Tarif Transjakarta Masih Dikaji, Transjabodetabek Jadi Prioritas
Bidik Pasar Ritel dan E-Commerce, BAIK Gandeng Atta-Aurel dan Dewa Selling
Pendaftaran Kartu Layanan Gratis Transjakarta, MRT, dan LRT Dibuka di CFD Besok