DTKJ Usulkan Tarif Berlangganan TransJakarta Rp200 Ribu per Bulan

- Selasa, 07 Juli 2026 | 14:55 WIB
DTKJ Usulkan Tarif Berlangganan TransJakarta Rp200 Ribu per Bulan

Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) mengusulkan skema tarif berlangganan untuk layanan TransJakarta sebesar Rp200 ribu per bulan. Skema ini dinilai dapat meringankan biaya perjalanan warga yang setiap hari menggunakan transportasi umum, terutama pekerja.

Ketua DTKJ Sugihardjo mengatakan usulan tersebut merupakan bagian dari kajian penyesuaian tarif transportasi publik di Jakarta. Menurut dia, konsep berlangganan sudah banyak diterapkan di berbagai negara untuk mendorong masyarakat lebih rutin menggunakan transportasi umum.

"Kita mendorong tarif langganan. Di luar negeri banyak yang menggunakan sistem langganan," kata Sugihardjo di Balai Kota Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Ia menjelaskan, usulan tarif Rp200 ribu per bulan dihitung dari kebutuhan perjalanan pekerja yang menggunakan TransJakarta setiap hari. Jika tarif reguler nantinya menjadi Rp5.000 sekali perjalanan, pengguna yang pergi-pulang kerja akan mengeluarkan sekitar Rp10 ribu per hari.

Dengan asumsi 25 hari kerja dalam sebulan, biaya perjalanan mencapai sekitar Rp250 ribu. DTKJ kemudian mengusulkan potongan sekitar 20 persen melalui skema berlangganan sehingga tarifnya menjadi Rp200 ribu per bulan.

"Kalau 5.000 berangkat, 5.000 pulang, sudah Rp10 ribu. Dikali 25 hari kerja menjadi Rp250 ribu. Karena langganan kita usulkan diskon 20 persen, tarifnya hanya Rp200 ribu," urainya.

Selain paket bulanan, DTKJ juga membuka opsi paket langganan dengan periode lebih pendek, seperti mingguan atau dua mingguan. Skema itu diharapkan dapat mengakomodasi pengguna yang tidak bepergian setiap hari.

Dalam kajian yang sama, DTKJ juga mengusulkan penyederhanaan kelompok tarif TransJ. Tarif di dalam wilayah Jakarta diusulkan menjadi satu kelompok sebesar Rp5.000 yang mencakup layanan BRT, non-BRT, dan integrasi dengan Mikrotrans. Sementara untuk layanan TransJabodetabek, tarif diusulkan Rp10 ribu. Sugihardjo menekankan bahwa penyesuaian tarif harus dibarengi peningkatan kualitas layanan dan kemudahan integrasi antarmoda.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags