PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) terus memperluas bisnis ke segmen baru. Terbaru, emiten yang bergerak di bidang rantai pasok hotel, restoran, dan kafe (HORECA) ini merambah pasar makanan dan minuman ritel serta e-commerce melalui produk camilan siap makan (ready to eat/RTE).
Untuk mendukung ekspansi itu, BAIK menggandeng pasangan publik figur Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah, serta pakar pemasaran Dewa Eka Prayoga alias Dewa Selling. Direktur Utama BAIK, Nanang Suherman, menyebut kerja sama ini sebagai mega-kolaborasi yang dirancang untuk memperkuat penetrasi produk ke ritel modern dan platform e-commerce besar secara masif.
Output dari kolaborasi ini adalah inovasi camilan Nusantara berkualitas tinggi dengan harga terjangkau, rasa otentik, dan tanpa bahan pengawet kimia. Produk tersebut diproduksi dengan dukungan pabrik sterilisasi makanan berteknologi tinggi berstandar internasional. Karakteristiknya yang praktis dan siap makan diyakini cocok menyasar tren konsumsi Gen Z dan Milenial yang menggemari produk clean label.
Langkah ekspansi ke sektor ritel dan e-commerce ini berjalan beriringan dengan penjajakan di sektor fasilitas publik. Sebelumnya, manajemen BAIK telah membuka diskusi awal dengan PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) untuk mengoptimalkan ruang komersial di halte bus. "Melalui rencana pembangunan jaringan stand, booth, hingga coffee tenant, kami membidik potensi pasar komuter yang sangat masif di 252 hingga 269 Halte BRT TransJakarta, yang melayani 1,4 juta hingga 1,6 juta penumpang per hari," ujar Nanang.
Rencana penetrasi bisnis ke jaringan ritel komersial juga dinilai semakin menjanjikan seiring lonjakan tren konsumsi kopi nasional. Indonesia saat ini tercatat sebagai negara dengan jumlah kedai kopi terbanyak di dunia, mencapai 461.991 gerai, dengan sekitar 40 persen masyarakat terbiasa minum minimal dua gelas kopi per hari.
Seluruh ekspansi ke sektor hilir ini diharapkan berjalan efisien berkat dukungan ekosistem mandiri di sektor hulu. Saat ini, BAIK menopang operasional 90 hingga lebih dari 120 outlet di bawah merek-merek seperti Ayam Goreng Nelongso, Mami Nungky, Warung Taburai, dan Lamak Rasa, serta jaringan lebih dari 100 unit UMKM mitra binaan.
Nanang menjelaskan, akselerasi bisnis di berbagai lini ini sejalan dengan visi jangka panjang perseroan untuk merangsek ke pasar global. "Saat ini Perseroan berada dalam fase pertumbuhan yang sangat dinamis untuk memperkuat struktur pendapatan. Kami akan terus membuka diri terhadap peluang kemitraan strategis lainnya dan akan terus memberikan update resmi kepada publik jika ada perkembangan material lebih lanjut," pungkasnya.
Artikel Terkait
Pendaftaran Kartu Layanan Gratis Transjakarta, MRT, dan LRT Dibuka di CFD Besok
DTKJ Usul Tarif Transjakarta Naik Jadi Rp 5.000, Transjabodetabek Rp 10.000
HUT ke-499 Jakarta, Dishub Siapkan 21 Kantong Parkir dan Tarif Rp1 untuk Transportasi Umum
Halte Transjakarta Bundaran HI Ditutup Sementara Saat Puncak HUT Jakarta ke-499