Konser Kedutaan Besar Austria di Jakarta Pererat Persahabatan Lewat Musik Klasik Karya Ananda Sukarlan

- Rabu, 08 Juli 2026 | 06:25 WIB
Konser Kedutaan Besar Austria di Jakarta Pererat Persahabatan Lewat Musik Klasik Karya Ananda Sukarlan

Kedutaan Besar Austria di Jakarta menggelar konser musik klasik pada Kamis, 25 Juni 2026, untuk menyambut kedatangan Duta Besar Austria yang baru, HE Alexander Rieger dan Mme. Maria Rieger, yang tiba di Jakarta dua hari sebelumnya. Acara ini menjadi simbol persahabatan antara Austria dan Indonesia, dengan komponis dan pianis Ananda Sukarlan menciptakan karya baru khusus untuk momen tersebut.

Karya berjudul "The Curious Coincidence of a Tune Appearance in Austria & Scotland In The Night-Time" ini terinspirasi dari novel Mark Haddon, "The Curious Incident of the Dog in the Night-Time", yang tokoh utamanya adalah remaja penyandang Sindrom Asperger. Ananda, yang juga penyandang Sindrom Asperger, mengungkapkan bahwa musiknya ingin mengungkap misteri dua melodi yang muncul di dua negara berbeda: "Ach du lieber Augustin!" di Austria dan "Apakah kamu pernah melihat Lassie?" di Skotlandia. Kedua melodi tersebut memiliki persamaan, hanya berbeda pada dua not tambahan di versi Skotlandia, yang menjadi motif utama karyanya. Karya ini ditulis untuk trio biola, fagot, dan piano, dengan pemain fagot Christoph Karl Wichert asli Austria yang kini menjadi anggota Singapore Symphony Orchestra, dan pemain biola Nathanael Hertanto, pemuda kelahiran Makassar yang kini bermain di orkes di Wina.

Sebelum penampilan puncak, konser menampilkan panorama musik Austria sejak era Mozart, dengan fokus pada piano dan karya sastra. Ananda membawakan musik klasik Mozart dan Schubert, serta elemen jazz dari Friedrich Gulda dan musik modernis dari Anton Webern dan Nancy van de Vate. Nancy van de Vate (1930-2023) memiliki makna khusus bagi Indonesia. Lahir di New Jersey, Amerika, ia pindah ke Austria pada 1980-an dan menjadi warga negara Austria. Ia dikenang tidak hanya dari musiknya, termasuk tujuh opera, tetapi juga jasanya sebagai pendiri International League of Women Composers pada 1970-an yang mengangkat harkat perempuan di dunia musik klasik. "Di usia mudanya, Van de Vate bahkan harus menggunakan nama samaran William Huntley karena saat itu masih banyak yang gerah melihat nama seorang perempuan di kertas partitur," jelas Ananda. Van de Vate pernah tinggal di Indonesia pada 1980-an sebelum pindah ke Austria.

Ananda menceritakan pertemuannya dengan Van de Vate setelah konser pertamanya di Wina pada 1999. "Seorang ibu yang anggun ke belakang panggung dan memperkenalkan dirinya, yang membuat saya terkejut dan tersanjung. Ternyata ia adalah Nancy van de Vate!" Van de Vate kemudian menciptakan "Fantasy Pieces" untuk Ananda. Setelah tragedi bom Bali pada Oktober 2002, Van de Vate mengirimkan dukacita dan menciptakan "Lament for Bali" yang terinspirasi dari kenangannya tentang Bali. "Saya pun menerima fax dari penerbit dan manajemennya di Austria. Tak disangka, beberapa jam kemudian telpon pun dengan awalan 43 yaitu sang legenda sendiri!" kenang Ananda.

Dua vokalis muda Indonesia, pemenang kompetisi Ananda Sukarlan Award, bariton Jonathan Jedine Santoso dan soprano Shelomita Amory, turut tampil membawakan karya komponis Austria Hugo Wolff dan Franz Schubert, serta tembang puitik Ananda dari Darmawan Sepriyossa dan Ikhsan Risfandi. Mereka menutup konser dengan "Dalam Doaku" karya Sapardi Djoko Damono. Puisi Darmawan Sepriyossa, "Lailatul Qadar", menjadi unik karena Jonathan Jedine diiringi tidak hanya oleh piano, tetapi juga nada-nada tinggi fagot dengan sistem tangganada Arab yang dimainkan Christoph Wichert, mengimitasi instrumen tiup Timur Tengah.

Sebelum tampil di karya trio baru Ananda, Christoph Wichert menampilkan "Fibonacci Haiku" untuk fagot solo karya komponis Austria Werner Schulze. Nathanael Hertanto menampilkan virtuositasnya di karya Ananda Sukarlan untuk biola solo, "Fantasy on Wayah Surup", yang juga meloloskannya di seleksi menjadi anggota G20 Orchestra pada 2022. Meskipun masih belajar di bawah bimbingan Prof. Teodora Sorokow di Wina, Nathanael telah bermain bersama Vienna Symphony Orchestra, Berlin Symphony Orchestra, dan orkes-orkes bergengsi lainnya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags