Spanyol bertekad mempertahankan rekor tak terkalahkan mereka saat menghadapi Austria di babak 32 besar Piala Dunia 2026, dini hari nanti. Namun, misi itu terancam oleh masalah cedera di sektor sayap yang menjadi andalan La Roja.
Sebagai juara Grup H, Spanyol melaju ke fase knockout dengan catatan pertahanan yang menakutkan: belum kebobolan satu gol pun dan belum pernah menghadapi tembakan tepat sasaran di babak pertama sepanjang turnamen. Rekor tanpa kekalahan mereka kini mencapai 34 pertandingan di semua kompetisi tidak termasuk kekalahan adu penalti hanya terpaut satu laga dari rekor tim nasional sebelumnya (35 laga, 2007–2009) dan tiga laga dari rekor sepanjang masa milik Italia (37 laga).
Namun, kondisi skuad menjadi kekhawatiran. Cedera yang menimpa Nico Williams dan Yeremy Pino saat kemenangan 1-0 atas Uruguay di laga terakhir fase grup membuat posisi sayap Spanyol krisis. Victor Munoz, pemain baru Liverpool yang diharapkan menjadi alternatif, belum tampil karena masalah otot. Sementara Lamine Yamal, bintang Barcelona, baru pulih dari cedera hamstring dan menit bermainnya harus diatur hati-hati.
Pelatih Luis de la Fuente mengakui timnya belum mencapai standar penguasaan bola seperti biasanya. "Kami ingin menjadi lebih baik dari sekarang, tetapi kami sudah bermain sangat baik. Kami perlu meningkatkan kecepatan operan dan ritme permainan kami," ujarnya. Ia juga menekankan perlunya kreativitas dalam menciptakan peluang dari berbagai sisi, tidak hanya dari sayap.
Fabian Ruiz mencoba meredam kekhawatiran. "Saya percaya tim secara bertahap semakin membaik. Kami tahu Piala Dunia sangat sulit, tetapi kami memiliki banyak kepercayaan diri pada diri kami sendiri dan pada kerja keras kami," kata gelandang Spanyol itu.
Sejak generasi emas yang memenangi Piala Dunia 2010 dan dua gelar Eropa, Spanyol kerap kesulitan di panggung global: tersingkir di babak grup pada 2014, lalu kalah adu penalti melawan Rusia (2018) dan Maroko (2022). Kekhawatiran serupa muncul lagi melihat kejutan-kejutan di Piala Dunia 2026. "Kita telah melihat bahwa saat ini, tim mana pun dapat mengalahkan Anda. Saya pikir kami siap untuk itu," tegas Ruiz.
Di kubu Austria, yang lolos sebagai runner-up Grup J di bawah Argentina setelah imbang 3-3 dramatis melawan Aljazair, pelatih Ralf Rangnick tidak berani sesumbar. "Kami harus memberikan performa terbaik. Karena hanya dengan mencapai level tertinggi kita dapat bersaing dengan Spanyol," ujarnya. Namun, ia tetap optimistis: "Kami pasti akan berjuang. Lagipula, apa pun mungkin terjadi dalam pertandingan sistem gugur. Piala Dunia ini telah membuktikannya."
Marko Arnautovic dan David Alaba sedikit kurang fit, tetapi diperkirakan bisa tampil. Danso dan Michael Gregoritsch siap menggantikan jika diperlukan.
Di sisi lain, absennya Pino, Williams, dan Munoz membuat Alex Baena pencetak gol kemenangan melawan Uruguay akan turun sejak awal bersama Yamal di kedua sisi sayap. Di lini tengah, Mikel Merino, Fabian Ruiz, Dani Olmo, dan Gavi bersaing untuk tampil bersama Rodri dan Pedri.
Kedua negara terakhir bertemu pada 2009, saat David Villa mencetak dua gol dalam kemenangan 5-1 Spanyol. Austria terakhir kali menang atas Spanyol pada laga persahabatan 1990 dengan skor 3-2.
Prakiraan Pemain
Spanyol (4-3-3): Simon; Llorente, Cubarsi, Laporte, Cucurella; Merino, Rodri, Pedri; Yamal, Oyarzabal, Baena
Austria (4-2-3-1): A. Schlager; Posch, Lienhart, Alaba, Mwene; Siewald, X. Schlager; Laimer, Schmid, Sabitzer; Arnautovic
Artikel Terkait
Piala Dunia 2026: 10 Tim Lolos ke 16 Besar, Enam Slot Tersisa Diperebutkan
Piala Dunia 2026: Panggung Diplomasi Pangan Global yang Tersembunyi
Comeback Dramatis Belgia ke Perempat Final Piala Dunia 2026
Dua Gol Kane Bawa Inggris Balikkan Keadaan dan Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026