AS Sodorkan Proposal Damai ke Iran: Tawarkan Pencabutan Sanksi dan Ganti Rugi Perang

- Sabtu, 23 Mei 2026 | 10:45 WIB
AS Sodorkan Proposal Damai ke Iran: Tawarkan Pencabutan Sanksi dan Ganti Rugi Perang

Amerika Serikat dikabarkan telah menyodorkan proposal damai terbaru kepada Iran yang mencakup sejumlah konsesi ekonomi besar, mulai dari pembayaran ganti rugi perang hingga pencabutan sanksi secara bertahap. Tawaran ini menjadi langkah diplomasi teranyar di tengah ketegangan panjang antara kedua negara.

Dalam dokumen yang bocor ke publik, proposal tersebut memuat pencairan dana Iran yang sebelumnya dibekukan, pencabutan larangan ekspor minyak, serta pembukaan kembali jalur maritim di Selat Hormuz. Washington disebut ingin segera mengakhiri konflik bersenjata dan menunda pembahasan isu-isu paling sensitif, termasuk program pengayaan uranium Iran, demi mencapai kesepakatan awal.

Sebagai imbalan atas konsesi tersebut, Iran diminta berkomitmen untuk tidak mengembangkan senjata nuklir. Informasi ini diungkap oleh jurnalis senior Amerika Serikat, Alex Marquardt, yang kini bekerja untuk ABC News, melalui unggahan di media sosial pada Jumat (22/5/2026).

Menurut Marquardt, proposal damai itu menawarkan dana ekonomi sebagai bentuk ganti rugi, pencabutan larangan ekspor minyak Iran, pencairan bertahap dana Iran yang dibekukan, serta pencabutan sanksi Amerika Serikat dan sanksi internasional lainnya. Seluruh poin tersebut akan dijalankan secara bertahap dan mengacu pada 14 poin proposal yang sebelumnya diajukan Iran.

Penandatanganan nota kesepahaman antara kedua negara akan menjadi langkah awal menuju negosiasi kesepakatan damai final. Washington sengaja menunda pembahasan sejumlah isu paling rumit demi mempercepat penghentian perang.

“Perjanjian tersebut menunda keputusan tentang pengayaan nuklir dan pemindahan material (uranium) yang diperkaya hingga negosiasi akhir, sementara Iran akan berkomitmen untuk tidak pernah mengembangkan senjata nuklir,” kata Marquardt.

Proposal itu juga mengatur penghentian operasi militer kedua pihak, termasuk di Lebanon, serta komitmen untuk tidak saling mengancam menggunakan kekerasan. Selain itu, rencana rekonstruksi Iran yang akan didukung Amerika Serikat bersama negara-negara Teluk turut dimuat dalam dokumen tersebut. Nilai bantuan rekonstruksi disebut akan dibahas lebih lanjut dalam tahap negosiasi berikutnya.

Marquardt juga mengeklaim bahwa Amerika Serikat akan mencairkan dana ganti rugi kepada Iran secara bertahap selama proses negosiasi berlangsung. Setelah kesepakatan damai final tercapai, Washington akan menetapkan jadwal pencabutan seluruh sanksi Amerika Serikat dan Perserikatan Bangsa-Bangsa, termasuk sanksi sekunder terhadap negara-negara yang menjalin hubungan bisnis dengan Iran.

Proposal tersebut turut menyerukan pencabutan blokade maritim terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dan penarikan pasukan Amerika Serikat dari wilayah dekat Iran. Lalu lintas maritim di Selat Hormuz direncanakan dibuka kembali dalam waktu 30 hari, sementara pasukan Amerika Serikat di sekitar Iran akan ditarik dalam sebulan setelah kesepakatan ditandatangani.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar