Kunjungan Ketua MPR Ahmad Muzani ke Aceh Besar pada Selasa lalu bukan sekadar agenda formal. Bersama pimpinan lembaganya, ia menyambangi Pesantren Mahyal Ulum, sebuah langkah konkret untuk menyemangati ulama dan warga yang masih berjuang pulih dari banjir besar akhir tahun kemarin.
“Kedatangan kami ini intinya untuk memberi dukungan,” ujar Muzani di lokasi.
Ia mengakui, musibah yang terjadi pada 31 November itu sungguh berat. Bukan cuma dirasakan masyarakat biasa, tapi juga menjadi ujian tersendiri bagi para tokoh agama di sana.
Di sisi lain, Muzani membeberkan bahwa berbagai aspirasi dari tanah rencong sudah ia sampaikan langsung ke Presiden Prabowo Subianto. Mulai dari pembangunan hunian darurat untuk pengungsi, perbaikan jalan nasional dan provinsi yang rusak, pemulihan listrik, sampai soal distribusi elpiji tiga kilogram.
“Semua laporan itu kami bawa ke Pak Presiden begitu kembali dari Aceh,” jelas politikus Gerindra itu. Menurutnya, responsnya cukup baik. Pelan tapi pasti, hampir seluruh permintaan yang disampaikan para bupati dan tokoh masyarakat mulai ditangani.
Optimisme pun ia tebarkan. Muzani yakin betul Aceh dan Indonesia pasti bisa bangkit lagi. Setiap ujian dari Tuhan, katanya, takkan pernah melebihi kemampuan umat-Nya.
“Kami berterima kasih sebesar-besarnya pada para ulama, kiai, abu, masyayikh, ustadz, dan nyai yang tak kenal lelah menyebarkan optimisme,” ungkapnya.
“Inilah yang bikin rakyat Aceh tetap percaya masa depannya masih gemilang. Semua berkat peran tuan guru, para mualim, dan pimpinan dayah di sini,” sambung Muzani menutup pembicaraan.
Artikel Terkait
Bareskrim Ungkap Jaringan Sabu Malaysia-Riau, 14,7 Kg Disita
GoTo dan MRT Jakarta Resmikan Blok M Hub, Integrasikan Transportasi dengan Ekosistem Digital
Lazada Gelar Bucin Sale hingga 14 Februari, Sasar Belanja Hadiah Valentine
Menkes Pastikan Peserta PBI JKN yang Dinonaktifkan Diaktifkan Kembali, Utamakan Pasien Kritis