Di hutan hujan timur Madagaskar, ada suara yang bisa membuat siapapun terdiam. Panjang, berlapis, dan punya irama yang dalam. Mirip nyanyian yang datang dari masa lalu. Itulah suara indri, lemur terbesar yang masih hidup. Bagi masyarakat setempat, ia lebih dari sekadar hewan. Mereka memanggilnya babakoto, dan mempercayainya sebagai leluhur manusia. Kepercayaan ini menempatkan indri di persimpangan yang unik: antara sains, mitologi, dan sebuah krisis konservasi yang nyata.
Secara ilmiah, ia dikenal sebagai Indri indri. Ukurannya memang luar biasa untuk seekor lemur. Bayangkan, tinggi tubuhnya saat berdiri bisa nyaris 120 sentimeter, dengan berat mencapai 9,5 kilogram. Tak heran ia dinobatkan sebagai lemur terbesar di dunia. Ciri fisiknya juga gampang dikenali. Bulunya tebal dengan pola hitam-putih kontras, wajahnya datar, dan yang paling khas: ekornya pendek sekali. Berbeda dengan kerabat lemurnya yang berekor panjang, siluet indri yang tegak di dahan pohon terlihat sangat khas.
Habitatnya adalah hutan hujan yang lembap dan rapat di dataran rendah hingga perbukitan. Di sanalah mereka hidup, hampir tak pernah turun ke tanah. Kaki belakang mereka sangat kuat, dirancang untuk melompat. Para peneliti mencatat, lompatan vertikal indri antar pohon bisa mencapai sepuluh meter! Jempol kakinya yang berlawanan arah memberi cengkeraman kuat. Seringkali mereka terlihat duduk tegak, seperti sedang merenung, mengawasi kanopi hutan dari ketinggian.
Mereka hidup dalam kelompok keluarga kecil yang monogami, biasanya tiga sampai lima individu. Betina dominan yang memimpin. Wilayah jelajahnya tak terlalu luas, hanya sekitar 300 hingga 700 meter per hari. Pola ini masuk akal untuk menghemat energi di hutan yang sumber makanannya seperti daun muda, buah, dan bunga tersebar di mana-mana.
Namun begitu, reproduksi mereka sangat lambat. Seekor betina biasanya hanya melahirkan satu anak setiap dua atau tiga tahun sekali. Bayi itu akan digendong di dada induknya, lalu pindah ke punggung, dan baru mandiri setelah delapan bulan. Ikatan antara induk dan anak sangat kuat, dan proses pengasuhan bisa berlangsung hingga dua tahun. Ini adalah proses yang panjang dan rentan.
Tapi keunikan sejati indri terletak pada suaranya. Nyanyian mereka bisa terdengar hingga empat kilometer jauhnya di tengah belantara. Mereka bernyanyi berkelompok, seperti duet atau koor keluarga. Suara itu digunakan untuk menandai wilayah dan menjaga ikatan.
Artikel Terkait
Petrichor: Aroma Hujan yang Menenangkan Pikiran dan Mengembalikan Keseimbangan
Uban Bisa Dibalik? Rahasianya Ternyata pada Sel yang Macet
Separuh Umat Manusia Terancam Terpanggang pada 2050
Blibli Gelar Double Day 2.2, Diskon 22% Siapkan Ramadan Tanpa Ribet