Dua Polisi dan Lima TNI Diperiksa Usai Keributan di Kafe Rantepao

- Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB
Dua Polisi dan Lima TNI Diperiksa Usai Keributan di Kafe Rantepao

Rantepao digegerkan oleh insiden kekerasan di sebuah tempat hiburan malam. Peristiwa yang diduga melibatkan oknum aparat ini kini sudah ditangani oleh kepolisian.

Keributan itu sendiri terjadi Kamis dini hari, tanggal 2 April 2026. Lokasinya di sebuah kafe yang ramai pengunjung. Awalnya situasi biasa saja, tapi kemudian memanas. Adu mulut berubah jadi bentrokan fisik antarindividu di dalam lokasi.

Polda Sulawesi Selatan telah menerima laporan soal kejadian ini. Dua personel Polres Toraja Utara, Aiptu AS dan Bripka IA, disebut berada di tempat saat insiden berlangsung. Keduanya kini sedang diperiksa oleh Propam.

Kabid Humas Polda Sulsel, Didik Supranoto, menegaskan proses penanganan akan sesuai aturan.

"Proses penegakan kode etik dan disiplin akan dilakukan secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku,"

katanya dalam konferensi pers, Selasa (7/4). Ia memastikan pemeriksaan berjalan profesional dan transparan. Di sisi lain, laporan dari korban juga sudah diproses penyidik di Polres Toraja Utara untuk mendalami kronologi dan memastikan aspek pidana ditangani secara objektif.

Kronologi yang Berembus

Menurut informasi yang beredar, keributan ini juga melibatkan lima oknum TNI. Pemicunya diduga cuma kesalahpahaman sepele di dalam kafe. Namun begitu, situasi cepat sekali memanas.

Komandan Kodim 1414 Tana Toraja, Armal, punya penjelasan. Katanya, situasi mulai tak terkendali saat musik di kafe tiba-tiba berhenti. Hal itu memancing reaksi keras dari salah satu pengunjung. Ketegangan meledak jadi kekerasan.

Beberapa orang saling serang menggunakan apa saja yang ada, termasuk kursi. Akibatnya, beberapa pengunjung terluka dan fasilitas kafe rusak. Untungnya, kondisi akhirnya berhasil diredam oleh pengelola dan pengunjung lain. Setelah kejadian, suasana pelan-pelan normal meski meninggalkan jejak kerusakan.

Pihak Kodim 1414 Tana Toraja menyatakan anggota yang diduga terlibat telah diamankan. Mereka diserahkan ke Subdenpom untuk pemeriksaan lebih lanjut. Mereka juga membantah isu yang menyebut anggota meminta minuman gratis. Saat ini, penyelidikan masih terus berjalan untuk mengungkap kebenaran utuh peristiwa ini dan memastikan pihak yang bertanggung jawab.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar