Kepulan asap tiba-tiba muncul di area Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) pada Sabtu siang, 6 Juni 2026, memicu alarm peringatan kedaruratan di lokasi tersebut. Meskipun sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan calon penumpang, pihak pengelola bandara memastikan bahwa aktivitas penerbangan sama sekali tidak terganggu akibat insiden ini.
Asisten Deputy Communication & Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudistiawan, menjelaskan bahwa sumber kepulan asap berasal dari salah satu kendaraan operasional milik perusahaan ground handling. Kendaraan tersebut mengalami gangguan teknis saat berada di area makeup baggage Terminal 2D, yang kemudian memicu munculnya asap di area terminal.
"Kepulan asap berhasil diatasi dalam waktu singkat dan seluruh area terdampak telah kembali normal," ujar Yudistiawan dalam keterangannya, Sabtu, 6 Juni 2026.
Menurut Yudistiawan, respons cepat dari petugas bandara menjadi kunci utama dalam pengendalian situasi. Begitu laporan diterima, Unit Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF), unit Teknik, serta tim operasional langsung bergerak menuju lokasi. Mereka melakukan pengamanan area, penanganan awal, dan mengevakuasi kendaraan yang bermasalah ke area terbuka guna mempercepat proses pembuangan asap.
"Dalam waktu sekitar 5 hingga 10 menit sejak laporan diterima, sumber gangguan berhasil ditangani dan area terdampak dapat segera dinormalisasi," terangnya.
Sementara itu, kondisi di Terminal 2 Bandara Soetta yang sempat terdampak berhasil terkendali dalam waktu singkat. Aktivitas terminal pun kembali berjalan normal setelah petugas menyelesaikan proses penanganan. Alarm peringatan kedaruratan yang sempat berbunyi pada siang hari itu merupakan respons otomatis terhadap kemunculan asap di area terminal.
Pihak Bandara Internasional Soekarno-Hatta saat ini terus berkoordinasi dengan perusahaan ground handling terkait untuk melakukan evaluasi lebih lanjut terhadap kendaraan yang mengalami gangguan teknis. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pencegahan agar insiden serupa tidak terulang di masa mendatang.
"Kami berkomitmen memastikan seluruh aspek operasional berjalan sesuai standar keselamatan dan keamanan guna memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pengguna jasa," kata Yudistiawan.
Artikel Terkait
Timnas Indonesia Akhiri Puasa 38 Tahun, Kalahkan Oman 3-0 di GBK
Gempa Magnitudo 3,5 Guncang Cianjur, Terasa hingga Sukabumi
Bupati Jember Ancam Cabut Izin Kios Pupuk yang Merugikan Petani
WNI Tewas Ditikam Sesama WNI di Hokkaido, Polisi Jepang Dalami Motif Pembunuhan