PT Putra Mandiri Jembar Tbk (PMJS) baru saja mengamankan kontrak besar. Mitranya? PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero). Kerja sama ini untuk mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, atau yang biasa disingkat KMP.
Penandatanganan kontraknya sendiri sudah dilakukan Senin lalu, tanggal 6 April 2026. Lewat anak usahanya, PT Dipo Internasional Pahala Otomotif, PMJS bakal menyuplai truk ringan enam roda. Jumlahnya tak main-main: 20.600 unit. Kendaraan-kendaraan itu nantinya akan dipakai untuk kepentingan operasional koperasi di lapangan.
Nah, kerja sama ini sebenarnya turunan dari kontrak induk yang lebih dulu ada. Agrinas sebelumnya telah berikat kontrak dengan PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors distributor resmi truk Mitsubishi Fuso pada akhir November 2025. Dari situ, Krama Yudha kemudian menunjuk Dipo sebagai dealer resmi yang bertugas eksekusi.
Tugas Dipo jelas: menyediakan unit sesuai spesifikasi dan memberikan layanan purna jual kepada Agrinas.
Lalu, berapa nilainya?
Direktur Utama PMJS, Ie Putra, memberikan rincian lewat keterbukaan informasi. "Nilai kontrak Rp10,83 triliun," ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Kontrak ini mulai berlaku efektif setelah Agrinas mendapatkan bank garansi dari BNI pada pertengahan Maret lalu. Prosesnya sudah berjalan, ditandai dengan Dipo yang telah menerima uang muka dari Agrinas. Besarannya cukup signifikan, mencapai Rp2,84 triliun.
Dampaknya bagi perusahaan? Tentu saja diharapkan positif. Kontrak raksasa ini diproyeksikan bakal mendongkrak kegiatan operasional Dipo secara signifikan. Di sisi lain, peningkatan pendapatan anak usaha tersebut pada akhirnya akan berpengaruh juga terhadap kondisi keuangan induknya, PMJS.
Perlu diingat, Dipo bukan sekadar mitra. Entitas ini merupakan bagian penting dari PMJS dengan kepemilikan saham mencapai 82,64 persen. Jadi, apa yang baik untuk Dipo, besar kemungkinan juga baik untuk PMJS.
Semoga saja kerja sama ini berjalan mulus dan membawa manfaat, baik bagi perusahaan maupun program KMP yang dituju.
Artikel Terkait
Metland Targetkan Marketing Sales Rp2 Triliun pada 2026
Hong Kong Salip Swiss sebagai Pusat Kekayaan Lintas Batas Terbesar Dunia
Metland Bagikan Dividen Rp74,2 Miliar dari Laba 2025, Setara Rp9,7 per Saham
PT Daaz Bara Lestari Nilai Kebijakan Ekspor Satu Pintu Tak Berdampak Material pada Kinerja