Berat Badan Anak Sulit Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan

- Rabu, 08 April 2026 | 22:20 WIB
Berat Badan Anak Sulit Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan

JAKARTA – Bagi orang tua, tumbuh kembang anak adalah hal yang selalu dipantau. Tapi, apa jadinya kalau berat badan si kecil susah sekali naik, atau perkembangannya terasa tertinggal dari teman sebayanya? Kekhawatiran itu wajar. Namun, kondisi ini tak melulu soal asupan makanan. Bisa jadi, itu adalah tanda dari masalah yang lebih serius, seperti penyakit jantung bawaan.

Menurut penjelasan dr. Putri Reno Indrisia, Sp.JP, dokter spesialis jantung dari Bethsaida Hospital Gading Serpong, anak dengan kondisi jantung bawaan membutuhkan energi yang jauh lebih besar.

"Kerja jantung dan sistem pernapasannya lebih berat. Kalori yang seharusnya untuk tumbuh, terkuras untuk memenuhi kebutuhan dasar itu. Alhasil, berat badan jadi sulit naik dan pertumbuhannya terhambat," jelas dr. Putri dalam keterangannya, Rabu (8/4/2026).

Lalu, apa sebenarnya penyakit jantung bawaan itu? Intinya, ini adalah kelainan pada struktur jantung yang sudah ada sejak bayi dalam kandungan. Pembentukan jantung di trimester awal yang tidak sempurna jadi penyebabnya, yang akhirnya mengganggu kemampuan jantung memompa darah dengan baik.

Secara garis besar, kelainan ini dibagi dua. Pertama, jenis non-sianotik. Di sini, kadar oksigen dalam darah masih cukup, sehingga anak tidak terlihat biru. Contohnya adalah adanya lubang pada sekat jantung, sebut saja ASD atau VSD.

Di sisi lain, ada jenis sianotik yang lebih serius. Darah kaya dan miskin oksigen tercampur, membuat tubuh kekurangan oksigen. Tandanya khas: bibir, lidah, atau ujung jari tampak kebiruan, terutama saat anak menangis atau kelelahan. Tetralogy of Fallot adalah salah satu contohnya.

Gejalanya sendiri perlu dicermati. Menurut dr. Putri, tanda-tandanya bisa muncul sejak dini, meski kadang baru kentara saat anak bertambah usia.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar