Menkes: Protein Daging Kurban Setara dengan Whey Protein, Baik untuk Pembentukan Otot

- Rabu, 27 Mei 2026 | 19:35 WIB
Menkes: Protein Daging Kurban Setara dengan Whey Protein, Baik untuk Pembentukan Otot

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa kandungan protein dalam daging kurban memiliki kualitas yang setara dengan whey protein, yakni suplemen mahal yang lazim digunakan untuk pembentukan otot. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah konten edukasi di media sosial Instagram, di mana ia menekankan besarnya manfaat dari daging yang biasa dibagikan saat Iduladha.

"Daging kurban itu seperti ini, berkahnya besar sekali, lho, karena protein yang ada di dalamnya setara dengan whey protein yang harganya juga mahal," ujar Menkes Budi dalam pernyataan yang dikutip pada Rabu (27/5/2026).

Menurut penjelasannya, setiap 100 gram daging sapi mengandung sekitar 29 gram protein. Kandungan tersebut berperan penting dalam mendukung pertumbuhan otot, terutama bagi individu yang rutin berolahraga atau sedang menjalani masa pemulihan fisik. Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa daging sapi dan kambing, yang termasuk dalam kategori daging merah, juga memiliki asam amino esensial yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh. Zat gizi ini dinilai krusial untuk membantu pembentukan sel dan menjaga fungsi tubuh tetap optimal.

"Daging kambing dan daging sapi ini kan warnanya merah. Ini dibutuhkan oleh tubuh kita karena pertama, bisa meningkatkan kualitas darah, dan dia memiliki banyak asam amino yang tidak bisa diproduksi tubuh tetapi ada di dalam daging merah," jelasnya.

Di sisi lain, meskipun kaya akan manfaat, Menkes Budi mengingatkan masyarakat untuk tetap mengatur porsi konsumsi daging kurban. Ia menyarankan agar daging yang diterima tidak langsung dihabiskan dalam satu waktu, melainkan dibagi menjadi beberapa porsi untuk dikonsumsi secara bertahap. "Yang satu kilo ini jangan dihabiskan semua. Dibagi saja menjadi porsi-porsi yang lebih kecil, sehingga dimasaknya bisa untuk beberapa kali," tuturnya.

Menurutnya, pengaturan konsumsi tersebut penting agar manfaat protein dari daging kurban dapat diperoleh secara optimal tanpa berlebihan. Langkah ini sekaligus mendukung pola makan yang lebih sehat selama momen Iduladha.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar