Optimisme masih terasa di tubuh PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL), atau Latinusa. Meski begitu, tahun 2026 ini mereka tak mau gegabah. Manajemen memilih pendekatan yang lebih konservatif, waspada terhadap tekanan dari pasar impor tinplate yang belum juga reda.
“Berdasarkan pengalaman tahun lalu, kami telah memiliki strategi mitigasi,” ujar Direktur Utama NIKL, Jetrinaldi, dalam sebuah paparan publik virtual, Rabu (8/4/2026).
Jetrinaldi membeberkan, strategi itu mencakup banyak hal. Mulai dari efisiensi pengadaan bahan baku, mendongkrak produktivitas, sampai pengendalian ketat pada biaya operasional. Mereka juga tak lupa mengelola risiko kurs dan beban bunga, dua hal yang kerap jadi batu sandungan.
Fokusnya jelas: efisiensi biaya dan membangun keunggulan kompetitif. Ancaman produk impor murah dari China dan Korea Selatan masih deras mengalir, terus menekan harga di pasar domestik. Di tengah situasi itu, Jetrinaldi justru melihat secercah peluang.
Artikel Terkait
IHSG Menguat Tipis, PEGE dan HDFA Melonjak di Atas 34%
Bakrie Sumatera Plantations Catat Penjualan Rp2,56 Triliun dan Lonjakan Laba Operasi 86% pada 2025
Indocement Akhiri Program Buyback Lebih Cepat, Target 1,88% Saham Tercapai
Triniti Land Rencanakan Akuisisi Mayoritas Saham Prima Pembangunan Propertindo