Optimisme masih terasa di tubuh PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL), atau Latinusa. Meski begitu, tahun 2026 ini mereka tak mau gegabah. Manajemen memilih pendekatan yang lebih konservatif, waspada terhadap tekanan dari pasar impor tinplate yang belum juga reda.
“Berdasarkan pengalaman tahun lalu, kami telah memiliki strategi mitigasi,” ujar Direktur Utama NIKL, Jetrinaldi, dalam sebuah paparan publik virtual, Rabu (8/4/2026).
Jetrinaldi membeberkan, strategi itu mencakup banyak hal. Mulai dari efisiensi pengadaan bahan baku, mendongkrak produktivitas, sampai pengendalian ketat pada biaya operasional. Mereka juga tak lupa mengelola risiko kurs dan beban bunga, dua hal yang kerap jadi batu sandungan.
Fokusnya jelas: efisiensi biaya dan membangun keunggulan kompetitif. Ancaman produk impor murah dari China dan Korea Selatan masih deras mengalir, terus menekan harga di pasar domestik. Di tengah situasi itu, Jetrinaldi justru melihat secercah peluang.
Menurutnya, kondisi geopolitik global yang memanas justru bisa menguntungkan. Ambil contoh konflik di Timur Tengah yang mendorong harga plastik dan biaya logistik melambung tinggi.
“Dengan harga plastik yang terus naik, produk tinplate jadi kembali kompetitif sebagai substitusi. Selain itu, naiknya ongkos angkut internasional tentu juga berpotensi menekan aktivitas impor,” jelasnya.
Jadi, di balik tantangan, ada peluang yang bisa diraih. Untuk tahun ini, Latinusa membidik pendapatan sekitar USD160 juta. Target laba bersihnya dipatok di angka USD3 juta.
Jetrinaldi tak cuma yakin pada target tahunan. Dia menyebut, tren pertumbuhan itu bahkan sudah bakal kelihatan di triwulan pertama 2026, mengungguli capaian di periode yang sama tahun sebelumnya. Sebuah keyakinan yang lahir dari perhitungan matang, meski langkahnya tetap hati-hati.
Artikel Terkait
Wall Street Menguat di Awal Perdagangan, Optimisme AI dan Harapan Damai AS-Iran Jadi Pendorong
PT Segar Kumala Indonesia Alihkan Transaksi Impor ke Yuan China untuk Tekan Dampak Pelemahan Rupiah
Citra Tubindo Bagikan Dividen 21,78 Juta Dolar AS ke Pemegang Saham
PT BEEF Rombak Direksi dan Komisaris, Ari Wijayanto Ditunjuk sebagai Dirut Baru