Tokoh Bangsa Desak Pembentukan Tim Independen Usut Kasus Penyegelan Andrie Yunus

- Rabu, 08 April 2026 | 12:35 WIB
Tokoh Bangsa Desak Pembentukan Tim Independen Usut Kasus Penyegelan Andrie Yunus

Di kantor KontraS, Jakarta Pusat, sembilan tokoh bangsa berdiri dengan bunga mawar putih di tangan. Mereka bersatu menyuarakan keresahan yang sama: mendesak pengusutan tuntas kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus. Suara mereka jelas, minta dibentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta yang benar-benar transparan.

Nama-nama seperti Busyro Muqoddas, Halida Hatta, hingga Karlina Supelli hadir. Juga ada Lukman Hakim Saifuddin, Suciwati, Gomar Gultom, Sukidi, dan Zumrotin K. Susilo. Mereka mewakili beragam latar, tapi satu tujuan.

Ketua Umum PGI Jacky Manuputty yang menyampaikan seruan inti itu.

"Kami menyerukan pembentukan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta," tegasnya, Selasa (7/4/2026).

Tim itu, menurutnya, harus bekerja akuntabel, bebas intervensi, dan melibatkan profesional dari unsur pemerintah maupun masyarakat sipil.

Desakan lain yang tak kalah keras adalah soal asas kesetaraan di depan hukum. Jacky menekankan, hal ini krusial terutama jika terduga pelakunya berasal dari kalangan militer. Dia mendorong pencabutan ketentuan transisional seperti Pasal 74 UU TNI.

"Supaya asas kesetaraan di hadapan hukum sungguh-sungguh berlaku bagi semua warga," ujarnya. "Termasuk ketika anggota militer diduga terlibat dalam penyerangan terhadap warga sipil."

Dari sisi lain, mantan Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas menyoroti semangat perlawanan. Dia bicara tentang dukungan penuh bagi perjuangan anak muda seperti Andrie.

"Kami ingin terus memberikan penguatan pada generasi muda Indonesia," ungkap Busyro. "Untuk tetap berani menjaga kemanusiaan di tengah sinisme, kekerasan, dan impunitas."

Baginya, impunitas adalah bentuk kekerasan yang paling sunyi. Sesuatu yang sudah lama dilawan oleh KontraS dan gerakan masyarakat sipil lainnya.

Peringatannya tegas: keadilan harus ditegakkan sampai ke akar. Pelaku, termasuk aktor intelektual di balik serangan air keras ini, wajib diungkap.

"Tanpa itu," tuturnya, "kita sama saja membiarkan Indonesia hancur dan menyerahkan masa depan generasi muda kepada kekerasan."

Kasus yang memicu semua ini terjadi pada Kamis (12/3) malam lalu. Andrie Yunus disiram air keras. Perkembangan kemudian, Puspom TNI mengumumkan penangkapan empat orang yang diduga sebagai pelaku.

Mayor Jenderal TNI Yusri Nuryanto, Danpuspom TNI, dalam konferensi pers Rabu (18/3) lalu menjelaskan identitas mereka.

"Kami sampaikan bahwa keempat yang diduga pelaku ini semuanya anggota dari Denma Bais TNI," kata Yusri di Mabes TNI. "Bukan dari satuan mana-mana, tapi dari Denma Bais TNI."

Rinciannya, keempatnya berasal dari matra Angkatan Laut dan Angkatan Udara. Fakta inilah yang kemudian membuat seruan kesembilan tokoh itu terasa semakin mendesak dan relevan.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar