Di kantor KontraS, Jakarta Pusat, sembilan tokoh bangsa berdiri dengan bunga mawar putih di tangan. Mereka bersatu menyuarakan keresahan yang sama: mendesak pengusutan tuntas kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus. Suara mereka jelas, minta dibentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta yang benar-benar transparan.
Nama-nama seperti Busyro Muqoddas, Halida Hatta, hingga Karlina Supelli hadir. Juga ada Lukman Hakim Saifuddin, Suciwati, Gomar Gultom, Sukidi, dan Zumrotin K. Susilo. Mereka mewakili beragam latar, tapi satu tujuan.
Ketua Umum PGI Jacky Manuputty yang menyampaikan seruan inti itu.
"Kami menyerukan pembentukan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta," tegasnya, Selasa (7/4/2026).
Tim itu, menurutnya, harus bekerja akuntabel, bebas intervensi, dan melibatkan profesional dari unsur pemerintah maupun masyarakat sipil.
Desakan lain yang tak kalah keras adalah soal asas kesetaraan di depan hukum. Jacky menekankan, hal ini krusial terutama jika terduga pelakunya berasal dari kalangan militer. Dia mendorong pencabutan ketentuan transisional seperti Pasal 74 UU TNI.
"Supaya asas kesetaraan di hadapan hukum sungguh-sungguh berlaku bagi semua warga," ujarnya. "Termasuk ketika anggota militer diduga terlibat dalam penyerangan terhadap warga sipil."
Dari sisi lain, mantan Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas menyoroti semangat perlawanan. Dia bicara tentang dukungan penuh bagi perjuangan anak muda seperti Andrie.
Artikel Terkait
MK Gelar Purnabakti Hakim Anwar Usman, Sambut Dua Hakim Konstitusi Baru
Diskusi Publik Soroti Kebebasan Sipil dan Tantangan Demokrasi di Indonesia
Bupati Tulungagung Tersangka KPK, Diduga Pakai Surat Sakti untuk Paksa Pejabat
Papan Pintar IFP Tingkatkan Antusiasme Belajar Siswa di Pati