Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, langsung memimpin pengiriman bantuan darurat ke lima desa di Kecamatan Biau yang terendam banjir pada Selasa sore. Bergerak bersama tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial, ia memastikan kebutuhan pokok bagi warga terdampak segera terpenuhi.
“Malam ini juga saya bergerak memboyong tim BPBD dan Dinas Sosial untuk membawa kebutuhan darurat bagi warga terdampak banjir di lima desa di Kecamatan Biau,” ujar Thariq di Gorontalo, Selasa. Ia menekankan pentingnya pembangunan dapur umum pada malam yang sama, mengingat banjir belum surut dan hujan masih terus mengguyur wilayah tersebut.
Bencana ini dipicu luapan Daerah Aliran Sungai (DAS) Biau akibat hujan deras yang melanda sejak Selasa pukul 15.00 WITA. Lima desa yang berada di bagian barat kabupaten, dengan jarak tempuh empat jam dari pusat ibu kota, terendam banjir berarus deras. Ketinggian air mencapai lutut orang dewasa dan sempat memutus akses transportasi di jalan utama lintas Sulawesi, meskipun mulai surut sekitar pukul 18.00 WITA.
Dampak terparah dilaporkan terjadi di Desa Didingga, khususnya di permukiman Komunitas Adat Terpencil (KAT). Kepala Dusun Buade Desa Didingga, Raden Hamsah, menyebutkan sebanyak 64 kepala keluarga (KK) terdampak di wilayah tersebut. “Tiga unit rumah roboh total dan satu unit rumah hanyut terseret banjir, beberapa bagian dapur rumah lainnya juga hanyut,” katanya.
Di tengah situasi darurat, sebagian warga melakukan evakuasi mandiri menuju tempat yang lebih tinggi. Namun, tidak sedikit pula yang memilih bertahan di dalam rumah karena tidak mampu berjalan melawan derasnya arus banjir. Sementara itu, personel Kepolisian Sektor (Polsek) Tolinggula diterjunkan untuk bersiaga di lokasi guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Aipda Oktavian Kansil dari Polsek Tolinggula menjelaskan bahwa pihaknya terus berkeliling ke desa-desa yang dapat dijangkau. “Banjir yang sebelumnya mencapai jendela rumah kini surut setinggi lutut orang dewasa, namun arus deras masih melanda ditambah lagi jalanan gelap gulita sehingga memerlukan kewaspadaan,” ujarnya. Ia mengingatkan warga untuk tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan.
Bupati Thariq Modanggu memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat untuk kelancaran proses penanggulangan banjir. Ia juga berharap seluruh keluarga terdampak dapat tetap tabah menghadapi cobaan ini.
Artikel Terkait
Bea Cukai Tanjung Emas Hibahkan Satu Kontainer Meja dan Kursi ke Yayasan Pendidikan Setiabudhi Semarang
Jadwal Salat Makassar 27 Mei 2026: Iduladha, Ini Waktu Imsak hingga Isya
Sapi Kurban Terperosok ke Septic Tank Sedalam 6 Meter di Mojokerto, Dievakuasi Damkar Lebih 3 Jam
Sopir Ambulans Dikeroyok Usai Senggolan di Bolaang Mongondow, Empat Orang Diamankan