Sapi Kurban Terperosok ke Septic Tank Sedalam 6 Meter di Mojokerto, Dievakuasi Damkar Lebih 3 Jam

- Rabu, 27 Mei 2026 | 04:10 WIB
Sapi Kurban Terperosok ke Septic Tank Sedalam 6 Meter di Mojokerto, Dievakuasi Damkar Lebih 3 Jam

Seekor sapi kurban milik warga Dusun Ardilangu, Desa Ngembeh, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, terperosok ke dalam lubang septic tank sedalam enam meter. Peristiwa itu memicu operasi penyelamatan dramatis yang berlangsung lebih dari tiga jam oleh petugas pemadam kebakaran dan relawan setempat.

Hewan ternak milik Sutrisno (56) itu diketahui jatuh ke dalam lubang dengan diameter hanya sekitar satu meter pada Selasa sore sekitar pukul 16.00 WIB. Tim Damkar Pos 1 Mojoanyar BPBD Kabupaten Mojokerto bersama belasan relawan segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Mereka membawa dua unit tripod katrol yang digunakan secara bersamaan guna mengangkat sapi dari dasar lubang.

Proses penyelamatan tidak berjalan mulus. Diameter lubang yang sempit menjadi kendala utama bagi petugas saat memasang tali pengikat ke tubuh sapi. Dua personel harus turun ke dasar septic tank untuk melilitkan tali, namun upaya itu berkali-kali gagal karena kondisi sapi yang semakin lemas.

“Kendalanya diameter lubang sangat sempit yang menyulitkan kami memasang tali pada sapi. Tali sempat lepas beberapa kali, karena kondisi sapi lemas sehingga molor,” ujar Komandan Damkar Pos 1 Mojoanyar BPBD Mojokerto, Sukamto, kepada wartawan di lokasi.

Selama proses evakuasi, petugas berpacu dengan waktu. Kondisi sapi yang terus melemah di dasar lubang memaksa tim untuk sesekali menyalakan mesin blower guna menambah pasokan oksigen ke dalam septic tank. Upaya itu dilakukan agar hewan tersebut tetap bertahan hidup selama proses pengangkatan berlangsung.

Setelah melalui perjuangan panjang, sapi akhirnya berhasil diangkat ke permukaan pada pukul 19.20 WIB. Namun, tantangan belum berakhir. Tubuh sapi yang jauh lebih besar dibandingkan mulut lubang membuat petugas dan relawan harus mengerahkan tenaga ekstra untuk menariknya keluar. Akibatnya, sapi tiba di permukaan dalam kondisi lemas dan kelelahan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar