Sebanyak 49 ekor hewan kurban mulai didistribusikan ke 11 pulau permukiman di Kabupaten Kepulauan Seribu menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Puluhan hewan tersebut diberangkatkan menggunakan kapal tradisional dari Pelabuhan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Selasa pekan lalu.
Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan, mengungkapkan bahwa distribusi hewan kurban di wilayah kepulauan memiliki tantangan geografis tersendiri lantas harus melewati jalur laut. Oleh karena itu, pengangkutan dilakukan lebih awal agar hewan tiba tepat waktu di pulau tujuan. Tahun ini, jumlah hewan kurban yang dikirim mengalami peningkatan, terdiri atas 34 ekor sapi dan 15 ekor kambing atau domba.
“Hewan kurban dari daratan ini kita distribusikan lebih awal menggunakan kapal sesuai tujuannya masing-masing,” ujar Fadjar dalam keterangan resmi Pemerintah Provinsi Jakarta.
Seluruh hewan kurban yang dikirim telah menjalani pemeriksaan kesehatan secara ketat oleh tim dokter hewan. Pemeriksaan itu dilakukan untuk memastikan hewan bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Fadjar menegaskan bahwa koordinasi dengan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) telah berjalan dengan baik.
“Semua hewan kurban lolos pemeriksaan fisik dan administrasi. Semuanya dalam kondisi sehat dan layak,” katanya.
Menurut Fadjar, momentum Iduladha menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat Kepulauan Seribu. Selain bernilai ibadah, pembagian daging kurban juga membantu pemenuhan gizi warga yang sehari-hari lebih banyak mengonsumsi ikan. “Warga di pulau hampir setiap hari makan ikan. Melalui adanya kurban ini, ada variasi menu dan tambahan gizi dari daging sapi atau kambing bagi masyarakat,” ujarnya.
Fadjar juga mengapresiasi dukungan para donatur, baik dari jajaran organisasi perangkat daerah, perusahaan melalui program tanggung jawab sosial, maupun panitia kurban yang membantu proses distribusi hingga ke pulau-pulau. Ia mengingatkan pentingnya pengelolaan limbah hasil penyembelihan hewan kurban agar tidak mencemari lingkungan laut dan memicu masalah kesehatan.
“Saya berpesan agar limbah kurban dikelola dengan baik, jangan dibuang ke laut. Koordinasikan dengan Dewan Masjid Indonesia di wilayah masing-masing untuk teknis penanganannya,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas KPKP Kepulauan Seribu, Nurliati, menambahkan bahwa pihaknya mengerahkan 60 petugas untuk mengawal kesehatan hewan kurban. Petugas tersebut terdiri atas personel internal serta dibantu Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia. Pemeriksaan kesehatan dilakukan dalam dua tahap, yakni antemortem sebelum penyembelihan dan post-mortem setelah penyembelihan. Langkah itu dilakukan untuk memastikan daging kurban memenuhi standar Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).
“Setiap pulau sudah ada tim yang siaga. Mereka akan melakukan pemeriksaan kembali saat hewan tiba, sebelum penyembelihan, hingga pemeriksaan daging setelah disembelih sebelum dibagikan kepada warga,” katanya.
Artikel Terkait
Blackout Bukan Hanya di Indonesia: Pengamat Soroti Gangguan Listrik di Negara Maju dan Pentingnya Penguatan Sistem Kelistrikan Nasional
Pengacara Roy Suryo Desak SP3 Kasus Ijazah Palsu Jokowi Berlaku untuk Semua Tersangka
James Riady Dorong Percepatan Pembangunan Rusun Subsidi di Meikarta untuk Pekerja Industri Bekasi
Jumlah Jemaah Haji 2026 Tembus 1,7 Juta Orang, Naik 2 Persen dari Tahun Lalu