Di Gedung Nusantara I, Senayan, Kamis lalu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli berbicara soal masa depan angkatan kerja kita. Selain fokus pada program magang dalam negeri, ada satu target lain yang dia sodorkan: mengirim lebih banyak anak muda magang ke luar negeri. Angkanya? Diharapkan bisa tembus di atas 20 ribu orang tahun ini.
"Tapi juga ada magang luar negeri yang menurut kami ini menjadi salah satu solusi ketenagakerjaan yang kita hadapi saat ini," ujar Menaker dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI.
Target itu bukan tanpa dasar. Menurut laporannya, tahun 2025 kemarin Kemenaker hampir mencapai angka itu nyaris 20.000 orang sudah dikirim. Jepang jadi tujuan utama, dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) sebagai mitra kunci. Nah, tahun ini, dia ingin lebih tinggi lagi. "Dan tahun ini, kita ingin angka tersebut meningkat sesuai juga dengan instruksi dari Pak Presiden," tambahnya.
Lantas, bagaimana caranya? Yassierli mengungkap beberapa langkah konkret. Pertama, mempererat kolaborasi dengan Dinas Ketenagakerjaan di daerah. Kemudian, sosialisasi yang lebih gencar ke sekolah-sekolah dan kampus. Soal ini, dia mengklaim sudah ada payung hukumnya.
"Kami sudah menjalin MoU dengan Kementerian Dikdasmen, kita juga sudah memiliki MoU dengan Kementerian Diktisaintek," jelasnya.
Tak cuma Jepang. Peluang ke negara lain juga sedang dibuka lebar-lebar. Memang, tantangannya ada. Terutama soal bahasa.
"Walaupun sudah ada beberapa permintaan dari negara lain, tapi biasanya isunya itu adalah terkait dengan bahasa, ya misalnya di Jerman, di Turki, di Taiwan, dan seterusnya," tutur Yassierli.
Baginya, program ini lebih dari sekadar angka. Ini tentang membuka cakrawala.
"Dan ini sekali lagi menjadi salah satu solusi terkait dengan bagaimana kita membuka kesempatan kerja yang lebih luas bagi angkatan kerja Indonesia," pungkasnya.
Artikel Terkait
IMF Peringatkan Utang AS Capai 125% PDB, Butuh Penyesuaian Fiskal Terbesar
Cerebras Systems Ajukan IPO di Nasdaq Didukung Komitmen Besar OpenAI
Harga Minyak Sawit Malaysia Melemah, Dihantam Permintaan Lesu dan Anjloknya Harga Minyak Dunia
Investor Asing Lepas Saham Rp2,4 Triliun, IHSG Justru Naik 2,35%