Serangan terbaru itu, menurut keterangan Komando Pusat Amerika Serikat, dilakukan pada hari Senin dengan menyasar situs rudal dan kapal di Iran selatan yang diduga tengah berupaya memasang ranjau di perairan Teluk. Sementara itu, Garda Revolusi Iran mengklaim telah menembaki pesawat AS yang mencoba memasuki wilayah udara mereka. Juru Bicara Komando Pusat AS, Tim Hawkins, menyebut operasi tersebut sebagai tindakan bela diri yang bertujuan melindungi pasukan Amerika dari ancaman pasukan Iran. Hawkins juga menekankan bahwa militer AS tetap menunjukkan pengendalian diri selama masa gencatan senjata.
“Tentara teroris AS, yang melanjutkan tindakan ilegal dan tidak beralasan sejak gencatan senjata... telah, dalam 48 jam terakhir, melakukan pelanggaran berat terhadap gencatan senjata di wilayah Hormozgan,” demikian bunyi pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Iran. Teheran pun menyatakan tidak akan membiarkan kejahatan apa pun tanpa balasan dan tidak akan ragu untuk membela bangsa Iran. Pernyataan keras ini muncul di tengah upaya diplomatik yang tengah berlangsung antara kedua negara.
Menariknya, kecaman tersebut disampaikan saat delegasi tingkat tinggi Iran tengah berada di Qatar untuk mengikuti pembicaraan sebagai bagian dari proses diplomatik yang bertujuan mengakhiri perang dengan Amerika Serikat. Konflik bersenjata antara kedua negara pecah pada 28 Februari lalu. Hingga saat ini, rincian teknis pelaksanaan serangan terbaru AS belum tersedia, dan belum jelas bagaimana insiden ini akan berdampak pada jalannya perundingan di Doha.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, menyatakan bahwa kesepakatan dengan Iran masih mungkin tercapai meskipun serangan militer baru saja dilancarkan. “Ada beberapa pembicaraan yang berlangsung di Qatar hari ini, jadi kita lihat apakah kita bisa membuat kemajuan,” ujar Rubio kepada jurnalis saat melakukan kunjungan resmi ke India. Ia menambahkan bahwa banyak pembicaraan berulang mengenai bahasa spesifik dalam dokumen awal, sehingga prosesnya diperkirakan akan memakan waktu beberapa hari. “Presiden telah menyatakan keinginannya untuk menyelesaikan itu. Dia akan membuat kesepakatan yang bagus atau tidak ada kesepakatan sama sekali,” pungkasnya.
Artikel Terkait
KPK Periksa Tiga Hakim Terkait Suap Eksekusi Lahan Tapos Depok
Wakil Ketua MPR Desak Pemerintah Bawa Kasus Penculikan WNI oleh Israel ke Mahkamah Internasional
Remaja 14 Tahun Dibacok di Kepala saat Tawuran Dua Geng di Cikupa, Polisi Tangkap Pelaku dalam 24 Jam
16 Armada Angkutan Barang Terjaring Razia Gabungan di Ancol, Didominasi Pelanggaran Dokumen dan Muatan Berlebih