Tabrakan Motor dan Truk di Palangka Raya Berujung Kobaran Api, 1 Orang Luka

- Rabu, 08 April 2026 | 12:30 WIB
Tabrakan Motor dan Truk di Palangka Raya Berujung Kobaran Api, 1 Orang Luka

Pagi itu, Rabu (8/4/2026), Jalan Tjilik Riwut Kilometer 8 di Palangka Raya berubah jadi lokasi mengerikan. Sebuah motor dan truk bertabrakan, berujung kobaran api yang melahap kedua kendaraan. Video amatir yang beredar menunjukkan sisi truk yang sudah jadi lautan api, sementara motor itu sendiri nyaris tak berbentuk hangus total, tinggal rangka besi yang menghitam.

Menurut keterangan Kanit Gakkum Satlantas Polresta Palangkaraya, Ipda Amat, kejadiannya bahkan lebih parah dari yang terlihat. "Terjadi kecelakaan antara motor dengan truk. Motor berada di bawah truk dan terseret sampai sini, sejauh 1 kilometer lebih," jelasnya.

Ia menambahkan, "Korban satu orang pengendara motor."

Korban, sang pengendara motor, langsung dilarikan ke Rumah Sakit Betang Pambelum untuk mendapat perawatan mendesak. Sementara itu, sopir truk sudah diamankan polisi untuk dimintai keterangan lebih detail soal bagaimana persisnya tragedi ini bisa terjadi.

Tim gabungan polisi dan pemadam kebakaran bergerak cepat ke lokasi. Api yang berkobar-kobar itu akhirnya berhasil mereka padamkan dalam waktu relatif singkat, sekitar 20-25 menit saja. Tapi, pekerjaan mereka belum selesai.

Petugas pemadam kebakaran Kota Palangkaraya, Sucipto, mengungkapkan bahwa tahap pembersihan justru lebih menyita waktu. "Pemadaman tidak lama sekitar 20 menit. Namun sudah 1 jam kami lakukan pembersihan agar pengendara aman melintas dari minyak dan lainnya karena ini jalan besar," ujarnya.

Ya, sisa-sisa bahan bakar dan puing berbahaya harus dibersihkan total dari badan jalan utama itu. Tujuannya jelas: mencegah risiko kecelakaan susulan yang bisa saja terjadi.

Saat ini, seluruh proses penyelidikan sudah diambil alih Unit Laka Lantas Polresta Palangkaraya. Kedua kendaraan yang jadi bukti utama telah diamankan. Polisi juga masih mengumpulkan titik terang dari sejumlah saksi yang melihat kejadian nahas itu.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar