Golkar Minta Kader Pemuda Awasi Harga Minyak Tanah dan Sosialisasikan Program Prabowo

- Selasa, 07 April 2026 | 09:15 WIB
Golkar Minta Kader Pemuda Awasi Harga Minyak Tanah dan Sosialisasikan Program Prabowo

Rapat di Gedung DPP Partai Golkar, Jakarta, awal pekan ini, menghasilkan seruan yang cukup tegas. Para ketua umum organisasi kemasyarakatan pemuda atau OKP Karya Kekaryaan Partai Golkar secara bulat mendukung Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Tugasnya? Mengawal dan menstabilkan harga minyak tanah di Indonesia, sesuai dengan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Namun begitu, dukungan itu bukan satu-satunya hal yang digarisbawahi. Ada tugas lain yang dianggap tak kalah penting. Seluruh elemen pemuda partai itu diminta untuk turun langsung ke lapangan. Tujuannya jelas: mengawal dan mensosialisasikan berbagai program unggulan pemerintahan Prabowo kepada masyarakat.

“Kepada seluruh elemen pemuda Partai Golkar juga dimintakan turun langsung ke masyarakat,” kata Said Aldi Al Idrus, Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga DPP Partai Golkar, dalam keterangannya pada Selasa.

“Turun untuk mensosialisasikan program-program unggulan pemerintah yang sangat bermanfaat dan yang telah dinikmati dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di daerah,” tambahnya.

Pernyataan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi yang digelar Senin (6/4) lalu. Said, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), kemudian mengimbau para ketua OKP untuk serius membina dan memperkuat basis kader di seluruh tanah air. Ini sekaligus untuk menyukseskan target partai merekrut dua juta kader baru.

“Rekrutmen generasi milenial, remaja, dan elemen pemuda di semua tingkatan,” ucap Said.

“Ini sesuai arahan Ketua Umum DPP Golkar, Pak Bahlil Lahadalia karena sebagai laboratorium partai Golkar, Bidang pemuda dan olahraga serta OKP Kekaryaan harus tetap solid menjaga marwah partai.”

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar