Polsek Kalideres membekuk komplotan spesialis pencurian kendaraan bermotor yang sudah malang melintang di wilayah Jakarta Barat. Kelompok ini disebut polisi mampu beraksi dalam hitungan detik dan menjual hasil jarahannya dengan harga yang sangat murah.
Kanit Reskrim Polsek Kalideres, AKP Rachmad Wibowo, mengungkapkan bahwa motor hasil curian biasanya dilego dengan harga berkisar antara Rp3 juta hingga Rp4 juta. “Biasanya dijual dengan harga yang sangat murah,” katanya dalam keterangan resmi, Selasa (26/5).
Berdasarkan hasil penyelidikan, kendaraan curian tersebut diduga dialirkan ke wilayah Rangkasbitung, Banten. Uang dari hasil penjualan itu, menurut Rachmad, digunakan oleh para pelaku untuk pesta narkoba. “Ya, untuk hasil dari penjualan motor ini memang beberapa tersangka mengungkap bahwa mereka hasil penjualan ini digunakan untuk membeli obat-obat serta sabu narkotika,” ujarnya.
Hingga saat ini, polisi telah menangkap lima orang pelaku yang diidentifikasi dengan inisial RD, PM, MA, YD, dan AH. Masing-masing memiliki peran berbeda, mulai dari pemetik kendaraan hingga penadah barang curian. Dari tangan para tersangka, petugas menyita sejumlah barang bukti krusial, termasuk kunci letter T yang digunakan untuk beraksi. Kelima pelaku kini ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 477 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal tujuh tahun.
Sementara itu, polisi mengungkap bahwa komplotan ini telah beraksi lebih dari sepuluh kali di berbagai titik. “Kami mengamankan pelaku-pelaku yang telah melakukan pencurian motor roda dua yang ada di wilayah Kecamatan Kalideres. Untuk waktu kejadian ini bervariasi, ada yang sore, ada yang subuh dan berulang kali,” kata Rachmad.
Ia menambahkan, kelompok tersebut sudah beraksi di tujuh tempat kejadian perkara yang semuanya berpusat di Kelurahan Tegal Alur, Kalideres. Beberapa aksi lainnya juga dilancarkan di wilayah lain. Rachmad menjelaskan bahwa komplotan ini memanfaatkan kelengahan warga yang memarkirkan kendaraannya tanpa pengawasan. “Jadi mereka melakukan hunting dan pada saat dirasa itu aman, mereka langsung mengambil secepat hitungan detik. Jadi tidak lama-lama. Pelaku dalam melakukan semua pencurian dengan menggunakan alat berupa kunci letter T,” jelasnya.
Para pelaku mencari sasaran di wilayah yang dirasa sepi dan tidak ada orang. Mereka akhirnya ditangkap di kediaman masing-masing yang tersebar di beberapa lokasi berbeda. Salah satu pelaku, RD, sempat mencoba melawan petugas saat hendak ditangkap. Polisi akhirnya melakukan tindakan tegas terukur dengan menembak kaki pelaku tersebut. “Untuk pelaku ada yang beroperasi empat kali, ada yang beroperasi hampir tiga kali, ada yang lebih dari sepuluh kali ya untuk di wilayah Jakarta Barat, bukan hanya di wilayah Kecamatan Kalideres,” imbuh Rachmad.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Salurkan Ratusan Hewan Kurban untuk 34 Ribu Warga di Sembilan Desa Sekitar Hambalang
PLN Ungkap Kronologi Blackout Sumatera: Cuaca Ekstrem Picu Gangguan Transmisi dan Domino Effect
Pemprov Sulsel Bantah Diskriminasi Seleksi Paskibraka 2026, Klaim Kewenangan Ada di Pusat
Gereja Misi Sejahtera Bantul Serukan Jemaat Tak Lakukan Tindakan Balasan Atas Pembubaran Ibadah