Bupati Bone Kenang Masa Jadi Pengantar Surat di Soppeng

- Rabu, 08 April 2026 | 14:00 WIB
Bupati Bone Kenang Masa Jadi Pengantar Surat di Soppeng

Soppeng Suasana meriah perayaan Hari Jadi Soppeng yang ke-765 kemarin ternyata menyimpan secarik kenangan pribadi bagi Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman. Di tengah gemuruh acara, pikirannya justru melayang jauh ke masa lalu, ke awal kariernya yang sederhana.

Ya, jauh sebelum memimpin Bone dan membawanya masuk jajaran 10 besar daerah terbersih di Indonesia, pria ini memulai segalanya dari bawah. Tugas pertamanya? Mengantar surat.

“Dulu saya pernah bertugas sebagai pengantar surat di sini,” ujarnya, bercerita di sela-sela puncak peringatan HJS, Rabu lalu.

“Dari tugas sederhana itu, saya banyak belajar tentang tanggung jawab, disiplin, dan pentingnya melayani masyarakat dengan tulus.”

Bagi Andi Asman, Soppeng bukan cuma daerah tetangga. Tempat ini punya arti khusus. Pengalaman bertahun-tahun di sini, menurutnya, jadi fondasi yang kokoh untuk perjalanan kariernya hingga seperti sekarang.

Namun begitu, bukan cuma urusan pekerjaan yang ia kenang. Ada juga cerita-cerita manis yang bikin para hadirin tersenyum.

Ia lalu berbagi kisah pribadinya. Soppeng, ternyata, juga menjadi saksi bisu masa-masa awal pernikahannya dengan sang istri, Hj Maryam Andi Asman Sulaiman. Banyak momen sederhana yang terukir di sini, kata dia, momen yang mungkin biasa tapi sangat berarti dan takkan terlupa.

“Soppeng juga menyimpan kenangan saat saya masih pengantin baru,” tuturnya dengan nada hangat.

Rinciannya begini: tepat 24 tahun silam, atau di tahun 2002, Andi Asman mulai bertugas sebagai staf di Kantor Camat Ganra. Pangkatnya waktu itu masih 2A. Ia mengabdi di Soppeng selama tiga tahun penuh, dari 2002 hingga 2005.

Dan masa pengantin barunya itu dihabiskan di Ganra.

“Pengantin barunya dinikmati di Ganra, tepatnya Desa Belo,” tukasnya, menutup cerita dengan senyum.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar